Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten Gorontalo

Pekerjaan Perbaikan Masjid Baiturrahman Bertahap, Komitmen Sofyan-Tonny Tak Perlu Diragukan Lagi

392
×

Pekerjaan Perbaikan Masjid Baiturrahman Bertahap, Komitmen Sofyan-Tonny Tak Perlu Diragukan Lagi

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gorontalo, Risman K. Umar.

GOSULUT.ID – Menanggapi pernyataan Ketua Takmir Masjid Baiturrahman Limboto Ishak Isa terkait kekecewaan jemaah mengenai proyek renovasi masjid, Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memberikan klarifikasi agar tidak terjadi salah paham di tengah masyarakat.

​Sebelumnya, pihak takmir menyoroti proyek pengerjaan oleh PT. Akhtar Mustafa Elektrikal dengan nilai kontrak Rp 1.829.127.640. Pekerjaan tersebut dinilai belum menyentuh beberapa bagian renovasi yang menjadi ekspektasi langsung para jemaah.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

​Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gorontalo, Risman K. Umar menegaskan bahwa seluruh proses dan tahapan pekerjaan yang berjalan saat ini sebenarnya sudah melalui mekanisme musyawarah dan koordinasi intensif dengan pihak Takmirul Masjid.

​Pemerintah daerah tidak berjalan sendiri, melainkan menyusun skala prioritas berdasarkan kondisi riil di lapangan dan ketersediaan anggaran.

​Ia menjelaskan bahwa anggaran yang tersedia tahun ini sengaja dialokasikan untuk pembangunan konstruksi pada bagian-bagian yang paling vital.

Saat ini, kata Risman, fokus utama adalah memperbaiki kerusakan atap dan talang air yang selama ini kerap menyebabkan air hujan masuk dan menggenangi ruang utama masjid.

​”Kami mengutamakan penanganan darurat pada kebocoran yang selama ini langsung mengganggu kekhusyukan dan kenyamanan jemaah saat beribadah. Jika area atas ini tidak segera diselamatkan dari air hujan, kerusakan struktur di bawahnya justru akan semakin parah,” ungkap Risman K. Umar kepada Gosulut.id, Senin (06/07/2026).

​Mengenai harapan jemaah untuk perbaikan atau pembuatan kubah masjid, Kadis PUPR meluruskan bahwa pekerjaan tersebut memang belum dapat direalisasikan pada tahun anggaran berjalan ini.

Selain karena penyesuaian anggaran daerah, terdapat perbedaan ranah mekanisme pengerjaan. Pekerjaan Tahun Ini fokus pada aspek konstruksi fisik penyelamatan bangunan dari kebocoran.

​Sementara pekerjaan kubah secara teknis masuk dalam kategori pengadaan barang, bukan konstruksi biasa, sehingga memerlukan proses pelelangan dan mekanisme pengadaan tersendiri yang dijadwalkan pada tahap berikutnya.

​”Jadi, anggapan bahwa proyek ini mengabaikan kebutuhan masjid atau akan mengganggu estetika bangunan utama perlu penjelasan teknis. Area di bawah empat tiang utama sengaja belum disentuh tahun ini sebagai persiapan matang untuk pekerjaan kubah di tahap selanjutnya,” tambahnya.

​Pihak Dinas PUPR juga mengajak masyarakat untuk melihat kembali komitmen besar Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, dan Wakil Bupati, Tonny S. Junus, dalam menjaga dan merawat Masjid Baiturrahman Limboto sebagai ikon religi daerah.

Komitmen tersebut tetap berjalan sepenuhnya, namun pelaksanaannya wajib menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah yang dilakukan secara bertahap.

​”Kami sangat mengharapkan doa, dukungan, dan kelapangan dada dari seluruh Jemaah Masjid Baiturrahman Limboto agar pekerjaan tahap awal ini berjalan lancar, sehingga kita bisa melangkah ke tahap berikutnya dengan baik,” tandas Risman.

Share :  
error: Content is protected !!