GOSULUT.ID – Ketua Takmir Masjid Baiturrahman Limboto Ishak Isa mengungkapkan kekecewaannya terhadap Pemerintah Kabupaten Gorontalo karena usulan pembangunan kubah masjid belum masuk dalam perencanaan renovasi, meski telah tiga kali diajukan melalui proposal resmi.
Menurut Ishak, proposal yang disampaikan kepada Pemkab Gorontalo memuat usulan pembangunan kubah dan perbaikan talang atas masjid sering bocor bocor saat hujan dengan nilai anggaran sekitar Rp1,685 miliar. Namun, hingga proses perencanaan renovasi berjalan, pembangunan kubah belum menjadi bagian dari pekerjaan yang akan dilaksanakan.
“Kami sudah tiga kali memasukkan proposal ke Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Di dalam proposal itu ada permintaan pembangunan kubah masjid dengan nilai sekitar Rp1,685 miliar. Tetapi dalam perencanaan yang ada sekarang, pembangunan kubah tidak masuk,” ujar Ishak Isa saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (05/07/2026).

Ia menjelaskan, persoalan tersebut juga telah disampaikan dalam rapat bersama Sekretaris Daerah dan Wakil Bupati Gorontalo. Dalam pertemuan itu, dirinya mempertanyakan alasan pembangunan kubah belum dimasukkan dalam paket renovasi yang sedang berjalan.
Menurut Ishak, Wakil Bupati menyampaikan bahwa pembangunan kubah direncanakan akan dilaksanakan pada tahun depan. Namun, ia menilai kebijakan tersebut perlu dipertimbangkan kembali karena dikhawatirkan akan berdampak pada bangunan yang lebih dulu direnovasi.
“Saya bertanya bagaimana kalau kubah dibangun. Pak Wakil Bupati menjawab bahwa kubah akan dibangun tahun depan. Saya kemudian bertanya lagi, apakah pembangunan kubah tahun depan tidak akan berpengaruh terhadap bangunan yang sudah direnovasi sekarang. Sebab, kalau kubah dibangun belakangan tentu akan berdampak pada bagian atap masjid,” jelasnya.
Atas dasar itu, Ishak berharap pembangunan kubah dapat diprioritaskan lebih dahulu sebelum pekerjaan lain seperti perbaikan atap, plafon, dan pengecatan diselesaikan.
“Kalau memang kubah akan dibangun, sebaiknya didahulukan. Jangan sampai atap, plafon, dan pengecatan selesai lebih dulu, kemudian harus dibongkar kembali ketika pembangunan kubah dilaksanakan. Itu tentu kurang efektif dan berpotensi menambah pekerjaan,” tegasnya.
Senada dengan itu, salah seorang tokoh masyarakat sekaligus jamaah Masjid Baiturrahman Limboto, Rayvang Bobihoe, meminta Pemerintah Kabupaten Gorontalo meninjau kembali aspirasi yang telah disampaikan oleh pengurus takmir dan jamaah.
Menurutnya, pembangunan kubah merupakan bagian penting dari penyempurnaan renovasi Masjid Agung Baiturrahman sehingga perlu mendapat perhatian serius.
“Saya meminta Pemerintah Kabupaten Gorontalo mengkaji kembali usulan pembangunan kubah ini. Selain itu, saya berharap Bupati Sofyan Puhi memberikan perhatian khusus karena ini menyangkut fasilitas Masjid Agung Baiturrahman yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Gorontalo,” ujar Rayvang.
Jamaah berharap pemerintah dapat mengevaluasi kembali skala prioritas pembangunan agar renovasi Masjid Agung Baiturrahman dapat dilakukan secara efektif, efisien, dan tidak menimbulkan pekerjaan yang harus dibongkar kembali pada tahap berikutnya.
Hingga berita ini ditayangkan, Gosulut.id tengah berupaya mendapatkan tanggapan resmi dari pihak terkait.






