Scroll ke bawah untuk membaca
Nasional

MUI Berduka Wafatnya Ali Khamenei, Kutuk Serangan AS dan Israel

294
×

MUI Berduka Wafatnya Ali Khamenei, Kutuk Serangan AS dan Israel

Sebarkan artikel ini
Majelis Ulama Indonesia. (Foto: Tangkapan Layar Web mui.or.id)

GOSULUT.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

Ucapan duka itu tertuang dalam Tausiyah MUI bernomor: Kep-28/DP-MUI/III/2026 yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan tentang Eskalasi Serangan Israel-Amerika terhadap Iran, dikeluarkan pada Minggu (01/03/2026).

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

MUI juga mendoakan Ayatollah Ali Khamenei sebagai syuhada yang semoga menjadi penghuni surga.

Dalam tausiyahnya, MUI mengutuk keras serangan Israel yang didukung oleh Amerika Serikat terhadap Iran.

Serangan ini dinilai bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan semangat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar, menegaskan bahwa serangan AS dan Israel ke Iran tidak sejalan dengan prinsip ketertiban dunia.

Prinsip tersebut mencakup kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial yang termaktub dalam konstitusi Indonesia.

MUI memahami bahwa serangan Iran ke negara Teluk merupakan balasan atas agresi Amerika dan Israel sebelumnya. Balasan Iran ini dianggap sah dan dilindungi oleh hukum internasional, mengingat target yang diserang adalah pangkalan militer.

Berbeda dengan serangan balasan Iran, MUI menyoroti bahwa serangan bom dari Israel dan Amerika justru menyasar sekolah dasar di Iran. Insiden tragis ini mengakibatkan sekitar 160 anak-anak tewas, menimbulkan keprihatinan mendalam.

Untuk menghindari eskalasi konflik yang lebih luas, MUI mendesak Amerika Serikat dan Israel untuk segera menghentikan serangan mereka ke Iran. Serangan semacam ini dinilai bertentangan dengan Pasal 2 (4) Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

MUI memandang bahwa agresi militer Israel dan Amerika terhadap Iran merupakan eskalasi serius yang berpotensi menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam konflik terbuka yang lebih besar. Situasi ini bukan insiden terpisah, melainkan bagian dari konfigurasi geopolitik yang lebih besar.

Dalam konteks konflik Israel-Palestina, MUI mendorong berbagai negara untuk berperan sebagai juru damai. Tujuannya adalah menghentikan serangan militer yang berpotensi menjadi instrumen tekanan politik demi mengamankan dominasi regional Israel atas Palestina.

Amerika Serikat, yang saat ini memainkan peran sentral dalam pengelolaan konflik Palestina melalui Board of Peace (BoP), kini menghadapi pertanyaan besar. Apakah strategi tersebut benar-benar bertujuan untuk perdamaian yang adil atau justru memperkuat arsitektur keamanan yang timpang dan mengubur kemerdekaan Palestina.

MUI menilai bahwa yang terjadi justru sebaliknya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan serangan bersama Israel terhadap Iran. Tindakan ini berpotensi memicu perang regional yang melibatkan berbagai kekuatan, baik secara langsung maupun melalui proksi.

Oleh karena itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP.

Keanggotaan tersebut dipandang tidak efektif dalam mewujudkan kemerdekaan sejati di Palestina, dan justru dapat menjebak Indonesia dalam skema yang tidak adil.

Share :  
Post ADS
error: Content is protected !!