GOSULUT.ID – Tidak melihat apakah di desa atau kelurahan itu mendapat suara banyak atau sedikit, namun ketika terpilih sebagai wakil rakyat di parlemen maka dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya, segala aspirasi yang disampaikan wajib dikawal dan diperjuangkan agar terwujud.
“Saya tahu suara saya hanya sedikit di desa Tuladenggi, tapi sebagai wakil bapak dan ibu dari dapil Kabupaten Gorontalo A, saya tidak lagi melihat atau pilih kasih, warga itu memberikan suaranya kepada saya atau tidak pada pemilu kemarin, tapi begitu dilantik sebagai anggota DPRD maka ia milik semua masyarakat dan tidak memilih-milih aspirasi yang akan diperjuangkan,” ungkap Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Fadli Hasan saat melaksanakan reses di Desa Tuladenggi Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo, Rabu (29/10/2025).
Prinsip ini yang dipegangnya sehingga tidak tanggung-tanggung, sebanyak 30 pelaku usaha yang hadir pada kegiatan reses tersebut sekonyong-konyong bak mendapat durian runtuh karena dipastikan oleh anggota komisi II itu akan mendapatkan bantuan UMKM.
“Angkat tangan siapa masyarakat yang menjadi pelaku UMKM disini? Seperti menjual kue, nasi kuning, gorengan, usaha warung, jual ikan, karena bapak dan ibu menghargai undangan saya maka wajib diperjuangkan mendapat program bantuan. Diinformasikan juga, saya bersama anggota lainnya sementara berupaya agar nilai bantuan yang sebelumnya hanya Rp 1 juta akan kita naikkan menjadi Rp 2 juta per orang,” sambungnya.
Selain bantuah UMKM, politisi PAN ini juga berharap kepada masyarakat untuk memanfaatkan program bantuan lainnya seperti, Majelis Taklim, rukun duka, beasiswa, bengkel las, dan sebagainya.
“Untuk majelis taklim harus terdaftar dulu di KUA sebagai syarat untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah propinsi. Bantuan beasiswa juga ada, itu diberikan dua kali, diawal dan akhir kuliah, nilainya Rp 2,5 juta,” sambungnya.
Aspirasi lainnya juga disampaikan Kepala Desa Tuladenggi, Ibrahim Panigoro terkait persoalan sampah yang dihadapi.
“Saya berharap bisa mendapat bantuan alat pembakar sampah, nilainya sekitar Rp 25 juta, nantinya itu akan ditempatkan di kompleks pasar Rabu, insyaallah kami akan memasukkan proposalnya,” tukasnya.








