Scroll ke bawah untuk membaca
Nasional

Tentukan 1 Ramadan 1447 H, Kemenag Gelar Sidang Isbat Hari Ini

223
×

Tentukan 1 Ramadan 1447 H, Kemenag Gelar Sidang Isbat Hari Ini

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Pemantauan rukyatul Hilal. (Foto: Istimewa)

GOSULUT.ID – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah pada hari ini, Selasa (17/09/2025).

Penetapan tersebut akan dilakukan melalui mekanisme Sidang Isbat yag dijadwalkan berlangsung malam nanti.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Mengutip informasi resmi dari akun Instagram Kemenag, sidang tersebut akan dibagi ke dalam tiga sesi.

Pertama, seminar posisi hilal pada pukul 16.30 WIB. Kedua, pelaksanaan sidang isbat, pada pukul 18.30 WIB. Ketiga, konferensi pers penetapan 1 Ramadan 1447 hijriah pada pukul 19.05 WIB.

Diketahui, semua tahapan dilakukan secara terbuka dan dapat disaksikan melalui channel YouTube Bimas Islam TV dan Kementerian Agama RI juga platform sosial media Bimas Islam. Kecuali pada sesi pelaksaan sidang isbat yang dihelat secara tertutup.

Ada sesuatu yang berbeda dari sidang isbat kali ini, dimana kegiatan itu tidak dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama yang berlokasi di Thamrin Jakarta, melainkan Hotel Borobudur Jakarta.

Kementerian Agama beralasan lokasi tidak dilangsungkan di kantor Kemenag karena alasan kapasitas.

“Merujuk surat Direktur Urusan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag, guna penyesuaian kapasitas ruang, pelaksanaan Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 H/2026 M dialihkan dari Auditorium H.M. Rasjidi, Gedung Kemenag JI. MH Thamrin, ke Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Demikian dan terima kasih,” ucap Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama dikutip dari Liputan6.com.

Perbedaan tanggal penetapan awal Ramadan bisa saja terjadi. Hal ini terlihat dari fakta bahwa Muhammadiyah telah memperkirakan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026, sementara pemerintah baru memutuskan setelah sidang Isbat pada hari ini.

Jika hasil rukyatul hilal pemerintah menunjukkan hilal belum terlihat atau belum memenuhi kriteria, maka pemerintah bisa menunda awal Ramadan satu hari.

Akibatnya, ada kemungkinan perbedaan awal puasa antara warga Muhammadiyah dan umat yang mengikuti keputusan pemerintah.

Meski demikian, pemerintah menghimbau masyarakat saling menghormati perbedaan dan menunggu pengumuman resmi Sidang Isbat sebagai acuan nasional, dengan prinsip toleransi dan ukhuwah Islamiyah.

Share :  
error: Content is protected !!