Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten Gorontalo

Kepala Kantor Bahasa Gorontalo Tutup LINGUA FEST 2026: Tadarus Puisi Selesai, Semangat Literasi Tak Berakhir

37
×

Kepala Kantor Bahasa Gorontalo Tutup LINGUA FEST 2026: Tadarus Puisi Selesai, Semangat Literasi Tak Berakhir

Sebarkan artikel ini
 

GOSULUT.ID – Kepala Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, Zamzam Harira, S.Pd., M.Pd., menutup rangkaian Tadarus Puisi 10+3 yang digelar selama enam hari enam malam oleh Teater Peneti Gorontalo bersama SMA Negeri 1 Limboto.

Penutupan tersebut dirangkaikan dengan puncak LINGUA FEST 2026 (Literacy & Language Festival) yang berlangsung 17–22 Oktober 2026 di Taman Literasi SMAN 1 Limboto dengan tema besar “Terakhir Namun Tak Berakhir” dan semangat “Empowering Minds, Celebrating Voices”.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Enam hari enam malam, panggung Taman Literasi menjadi ruang perayaan kata, tempat merawat rasa, dan menyalakan api literasi bagi generasi muda.

Zamzam yang hadir menutup kegiatan juga ikut membacakan puisi di hadapan siswa dan pegiat literasi. Menurutnya, Tadarus Puisi bukan sekadar perhelatan sastra, tetapi ruang tumbuh bagi kreativitas, keberanian, dan kecintaan terhadap bahasa.

“Bahasa Indonesia mempererat persatuan, bahasa daerah menjaga identitas, dan bahasa asing membuka cakrawala dunia. Semangat inilah yang harus terus kita rawat bersama,” ujar Zamzam.

Ia menilai semangat tersebut sejalan dengan penguatan Trigatra Bahasa, yakni mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.

Malam penutupan turut menjadi momentum apresiasi. Zamzam menyerahkan hadiah kepada para pemenang Lomba. Penghargaan itu bukan hanya soal juara, melainkan tentang keberanian untuk tampil dan semangat untuk terus berkarya.

Rangkaian LINGUA FEST juga diperkaya dengan Workshop Penulisan Naskah Monolog, Bedah Film dan Bedah Buku yang membuka ruang dialog dan memperluas wawasan sastra.

Di akhir sambutannya, Zamzam memberikan apresiasi kepada Teater Peneti Gorontalo yang konsisten merawat tradisi Tadarus Puisi hingga memasuki tahun ke-13.

Tadarus Puisi mungkin berada di penghujung perhelatan. Namun semangatnya diharapkan tetap hidup dalam setiap kata yang ditulis, puisi yang dibacakan, dan generasi yang berani berkarya.

Share :