Scroll ke bawah untuk membaca
Provinsi Gorontalo

Ester Yunginger: Dari Ruang Kepala Sekolah ke Arena Coaching Nasional

2331
×

Ester Yunginger: Dari Ruang Kepala Sekolah ke Arena Coaching Nasional

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Siapa yang tak mengenal Dr. Hj. Ester Yunginger, M.Pd, Kepala SMA Negeri 1 Limboto yang dikenal dengan kepemimpinannya yang tenang, humanis, namun penuh ketegasan. Di bawah arahannya, sekolah ini menjelma menjadi pusat inovasi pendidikan di Gorontalo.

Namun, di balik sosok kepala sekolah berprestasi itu, tersimpan satu peran lain yang tak kalah penting, Ester adalah Coach Profesional bersertifikat nasional, satu-satunya di Provinsi Gorontalo.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

“Coaching bukan tentang memberi solusi, melainkan menuntun seseorang untuk menemukan jawabannya sendiri,” tutur Ester kepada Gosulut.id, Senin (13/10/2025).

“Tugas seorang coach adalah menjadi mitra berpikir, mendengarkan dengan empati, dan membantu coachee mencapai insight—atau yang sering disebut aha moment,” sambungnya.

Bernaung di Lembaga Komunitas Coaching untuk Negeri

Perjalanan profesional Ester di dunia coaching dimulai ketika ia bergabung dengan Komunitas Coaching untuk Negeri, sebuah lembaga nasional berpusat di Jakarta yang mewadahi para praktisi coaching dari berbagai daerah. Di bawah lembaga ini, Ester telah menyelesaikan pendidikan Certified Professional Coach dan kini tengah menempuh level lanjutan sebagai Expert Coach.

“Komunitas Coaching untuk Negeri memberi saya ruang belajar yang luar biasa,” ujarnya.

“Kami membangun jaringan pembelajar lintas profesi, berbagi praktik coaching yang relevan, dan mendorong gerakan coaching untuk semua, terutama di dunia pendidikan,” tambah Ester Yunginger.

Melalui komunitas tersebut, Ester juga membuka program coaching gratis bagi masyarakat Gorontalo. Siapa pun yang ingin belajar atau menjalani sesi coaching dapat menghubunginya secara langsung di 0821-8804-4746.

“Kami punya kelas dari basic sampai workshop, semuanya tanpa biaya. Yang penting adalah kemauan untuk tumbuh,” imbuhnya.

Coaching: Membangun Refleksi dan Kolaborasi di Sekolah

Bagi Ester, coaching bukan teori semata, tetapi pendekatan praktis untuk membangun budaya reflektif di sekolah. Melalui percakapan coaching, guru didorong mengenali kekuatan dirinya, memecahkan masalah pembelajaran, dan menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap proses belajar.

“Ketika guru berkembang, siswa ikut tumbuh. Coaching menciptakan efek berantai yang memperkuat seluruh ekosistem sekolah,” jelasnya.

Pendekatan ini kini menjadi ciri khas kepemimpinan di SMA Negeri 1 Limboto. Guru-guru tampak lebih terbuka, aktif berdiskusi, dan menjadikan refleksi sebagai kebiasaan profesional. Dari hasil coaching yang diterapkan, muncul berbagai praktik baik pembelajaran yang kemudian diikutsertakan dalam ajang kompetisi inovasi guru dan berhasil meraih penghargaan.

Replikasi dan Dampak yang Meluas

Keberhasilan coaching di SMA Negeri 1 Limboto telah menarik perhatian banyak pihak. Kini, pendekatan yang dikembangkan Ester direplikasi oleh berbagai lembaga pendidikan di Gorontalo, antara lain: Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Gorontalo, Pengawas Sekolah Provinsi Gorontalo, Komunitas Belajar Cemerlang Bone Bolango, serta berbagai Kepala Sekolah SD, SMP, dan SMA lainnya.

Coaching bukan lagi sekadar metode, tetapi telah menjadi gerakan perubahan budaya pendidikan—mendorong kolaborasi, kesadaran diri, dan pertumbuhan berkelanjutan.

“Bagi saya, coaching adalah ruang pembelajaran yang membebaskan. Saat seseorang menemukan jawabannya sendiri, di situlah kekuatan sejatinya muncul,” tutup Ester sambil tersenyum. (Adv)

Share :  
error: Content is protected !!