Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten Gorontalo

Dinsos Kabgor Dirikan Dapur Umum untuk Korban Banjir di Limboto Barat

592
×

Dinsos Kabgor Dirikan Dapur Umum untuk Korban Banjir di Limboto Barat

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo Titi Nur bersama Camat Limboto Barat Ikram Hurudji meninjau dapur umum.

GOSULUT.ID – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gorontalo (Kabgor) bergerak cepat menyikapi bencana banjir yang melanda ratusan rumah warga di Kecamatan Limboto Barat pada Minggu (29/06) kemarin dengan mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan para korban.

“Alhamdulillah sejak pagi tadi kami mendirikan dapur umum, sesuai dengan instruksi langsung dari pak Bupati Sofyan Puhi,” ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo Titi Nur saat diwawancarai awak media, Senin (30/06/2026).

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Ia mengungkapkan, bahwa pihaknya berkolaborasi dengan BPBD Kabupaten Gorontalo dalam mendirikan dapur umum untuk korban banjir.

“Dapur umum ini akan menyajikan tiga kali makan (pagi, siang dan malam), mulai hari ini sampai besok. Dan untuk bahan-bahannya (seperti rempah-rempah dan lainnya) dari Dinsos serta BPBD,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Limboto Barat Ikram Hurudji mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati Gorontalo Sofyan Puhi yang telah menginstruksikan Dinas Sosial untuk mendirikan dapur umum.

“Kami Pemerintah Kecamatan Limboto Barat tentunya berterima kasih kepada pak Bupati Sofyan Puhi dan ibu Kepala Dinas Sosial Titi Nur karena telah mendirikan dapur umum untuk para korban,” ucap Ikram.

Ikram pun menjelaskan bahwa ada tiga desa di Kecamatan Limboto Barat yang terdampak dalam musibah banjir, yakni Desa Daenaa, Yosonegoro dan Tunggulo.

“Bencana banjir ini akibat curah hujan yang cukup tinggi sehingga sungai marisa di Desa Daenaa meluap,” jelasnya.

“Ditambah lagi tanggul yang dialiri air sungai marisa di Desa Yosonegoro jebol, sehingga merendam ratusan rumah warga,” sambung Camat Limboto Barat tersebut.

Lebih lanjut, dia membeberkan bahwa pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II sudah turun langsung untuk mengidentifikasi kerusakan tanggul yang ada di Desa Yosonegoro.

“Insya Allah besok pagi mereka akan mulai melakukan perbaikan,” bebernya.

Adapun jumlah korban banjir yakni sebanyak 45 KK atau 160 jiwa di Desa Daenaa, 45 KK atau 138 jiwa di Desa Yosonegoro, 25 KK atau 80 jiwa di Desa Tunggulo. (Adv)

Share :  
error: Content is protected !!