GOSULUT.ID – Rencana pemberian gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo H. Sofyan Puhi menuai pro dan kontra. Pemerhati Adat Gorontalo, Ludin Olii atau yang akrab disapa Aba Ludin angkat bicara menanggapi pernyataan Alim Niode dan Mansir Mudeng.
Menurut Aba Ludin, kedua tokoh tersebut tidak memiliki kapasitas dan tidak memahami substansi adat Gorontalo terkait prosesi Pulanga.
“Pernyataan Alim Niode dan Mansir Mudeng terkait Pulanga, mereka berdua tak paham adat,” ujar Aba Ludin kepada Gosulut.id, Senin (12/10/2026).
Ia secara khusus menyoroti pernyataan Alim Niode yang menyebut Dewan Adat tidak masuk dalam Musyawarah Dulohupa.
“Pak Alim Niode itu tidak punya hak untuk mencampuri urusan lembaga adat Duluwo Limo Pohalaa karena Dewan Adat tidak masuk dalam hal tersebut, sehingga itu pernyataan yang salah,” ucapnya.
Aba Ludin juga menyinggung proses Pulanga yang disebut hanya sampai di Telaga, adalah kekeliruan besar.
Menurutnya, Alim Niode tidak memiliki legal standing untuk menyatakan hal tersebut karena tidak masuk dalam kategori pemangku adat di Duluwo Limo Pohalaa.
“Sudah resmi. Sudah dihadiri oleh (mantan) Wali Kota. Dari kota ada wakilnya, dari Gorontalo Utara, ada semua. Jangan lagi ditanggapi kalau ada hal-hal yang menghalangi pelaksanaan Pulanganya Bupati Gorontalo (Sofyan Puhi). Kalau ada yang keberatan silahkan duduk bersama lembaga adat semua,” kata Aba Ludin.
Sementara itu, menanggapi pernyataan Mansir Mudeng yang menyinggung Wali Kota Adhan Dambea dan mantan Bupati Nelson Pomalingo yang belum mendapatkan gelar dan sempat menolak, Aba Ludin menilai itu adalah hak pribadi.
“Itu sebenarnya hak-hak mereka. Kewajiban lembaga adat itu menyampaikan. Kalau mereka bilang belum mau, itu hak mereka,” ungkapnya.
Ia menilai pernyataan Mansir Mudeng tersebut hanya bersifat iseng dan tidak memahami persoalan adat secara mendalam.
“Kalau pernyataan Mansir Mudeng itu pernyataan iseng-iseng saja. Tidak masuk dalam kategori adat. Tidak tahu persis bagaimana itu adat. Beda dengan Pak Sofyan, beliau sudah wajib untuk diberikan Pulanga,” tutup Aba Ludin.







