Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten Gorontalo

Program Strategis 2026 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabgor: Pengumpulan Naskah Kuno hingga Digitalisasi Layanan

312
×

Program Strategis 2026 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabgor: Pengumpulan Naskah Kuno hingga Digitalisasi Layanan

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo, Donny Lahati.

GOSULUT.ID – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo (Kabgor) telah menyiapkan sejumlah program strategis pada tahun 2026.

Salah satu program tersebut yakni pengumpulan naskah-naskah kuno yang selama ini berada di tangan masyarakat dan belum terdokumentasi secara baik.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo, Donny Lahati menyampaikan, banyak naskah kuno peninggalan leluhur Gorontalo yang hingga kini masih disimpan oleh masyarakat.

Sehingga berpotensi rusak atau musnah apabila tidak segera dikumpulkan dan didigitalisasi.

“Banyak naskah kuno yang tidak terekspos, tidak terdigitalisasi, bahkan belum terbukukan dengan baik. Jika tidak segera kita kumpulkan, ada kekhawatiran naskah-naskah tersebut bisa musnah,” ucap Donny Lahati kepada awak media, Rabu (21/01/2026).

Donny menerangkan, setelah dikumpulkan naskah kuno terswbut akan di digitalisasi dijadikan koleksi museum sebagai upaya memperkaya khasanah sastra dan budaya Gorontalo.

Menurutnya, sejumlah naskah kuno yang telah ditemukan berasal dari abad ke-18 hingga ke-19 dan sebagian besar ditulis menggunakan huruf arab pegon, karena pada masa tersebut huruf latin belum digunakan secara luas.

Oleh sebab itu, tahap lanjutan dari program ini adalah penerjemahan agar isi naskah dapat dipahami oleh masyarakat luas, khususnya generasi muda.

“Naskah-naskah ini merupakan bagian dari budaya dan cerita rakyat Gorontalo yang perlu kita jaga. Generasi hari ini harus tahu bahwa leluhur kita memiliki karya sastra yang luar biasa,” imbuhnya.

Disamping itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo juga merencanakan pelaksanaan lomba bertutur bagi peserta didik sebagai upaya meningkatkan literasi sejak usia dini serta menggali potensi budaya di tingkat kecamatan dan desa.

Sementara itu, pembinaan perpustakaan di berbagai sektor juga akan terus dilakukan agar perpustakaan dapat berfungsi sebagai pusat sumber ilmu pengetahuan dan pembangunan literasi masyarakat.

Menjawab tantangan era digital, ia menyebut pihaknya telah merancang konsep digitalisasi layanan perpustakaan, salah satunya melalui pemanfaatan barcode di ruang publik seperti warung kopi, sehingga masyarakat dapat mengakses daftar buku secara mudah melalui gadget.

“Kami sudah memiliki perencanaan ke arah digitalisasi, tentu dengan dukungan anggaran. Ini bagian dari upaya menyesuaikan layanan perpustakaan dengan perkembangan zaman,” tandas Donny.

Share :  
error: Content is protected !!