GOSULUT.ID – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Gorontalo AKP Lyka Mustika Delima memberikan klarifikasi terkait isu gaji tenaga kesehatan (nakes) yang kerap mengalami keterlambatan, bahkan dikabarkan ada yang tidak dibayarkan sejak April 2025.
Menurut AKP Lyka, isu yang tersebar terkait gaji para tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut tidak benar.
“Tidak betul, untuk (di) rumah sakit (Bhayangkara Gorontalo) ini, tidak ada gaji (nakes) yang (tidak) dibayarkan,” ucapnya kepada para awak media, Jum’at (29/08/2025).
Ia menyebutkan, bahwa keterlambatan pembayaran gaji para nakes disebabkan karena panjangnya proses pencairan.
“Mungkin terlambat karena prosesnya panjang, jadi untuk RS Bhayangkara sendiri belum BLU dan proses pelaporannya secara vertikal. Berbeda dengan rumah sakit daerah,” kata AKP Lyka.
“Kan prosesnya itu beberapa tahapan, jadi ya kalau misalkan mau diukur waktu, paling cepat 2 bulan (cair),” sambungnya.
Dia juga mengatakan bahwa salah satu nakes yang mengeluhkan persoalan gaji, kurang paham dengan mekanisme pencairannya.
“Sebenarnya proses (pencairan gaji) itu sudah sering kami informasikan di setiap apel, jika di RS Bhayangkara sistemnya vertikal, (jadi) agak lama prosesnya,” imbuhnya.
Selain itu, AKP Lyka juga menanggapi keluhan keterbatasan obat-obatan seperti yang disampaikan oleh salah satu nakes di media massa.
“Obat-obatan yang kurang juga itu dari mana, selama ini belum ada keluhan dari pasien ke manajemen mengenai kekurangan obat,” tuturnya.
Sementara itu, terkait nakes yang telah mengundurkan diri sejak awal tahun 2025, menurut dia, bukan karena permasalahan gaji. Melainkan ikut suami atau pindah keluar daerah.








