Suharso Monoarfa: Mari Berjuang Bersama Untuk Gorontalo

Suharso Monoarfa: Mari Berjuang Bersama Untuk Gorontalo

GOSULUT.ID - Malam itu para tokoh sentral pemegang kunci pembangunan di Gorontalo, dan putra daerah pemegang perencanaan pembangunan nasional berkumpul di Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo. Mereka bersatu dan berkomitmen menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada didaerah.

Tokoh-tokoh kebanggaan Gorontalo itu diantaranya, Suharso Monoarfa menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas, Gubernur Rusli Habibie, Walikota Marten Taha, Bupati Kabupaten Gorontalo Nelson Pomalingo, Bupati Bone Bolango Hamim Pou dan Wakil Bupati Boalemo Anas Yusuf.

Mereka berkumpul dalam sebuah acara ramah tamah sekaligus bernostalgia dalam satu rumah besar bernama Gorontalo. 

Dalam sambutannya, Gubernur Rusli Habibie (RH) sedikit membagi cerita bagaimana masa mudanya bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas di Bandung, Jawa Barat.

Gubernur Rusli Habibie mengungkapkan, bahwa pada masa itu baik dirinya dan Menteri sama-sama miliki plus minusnya masing.

“Kalau saya tinggal dirumah orang tuanya pak BJ Habibie, harus kerja keras, pagi-pagi sudah bangun menyapu, mengepel, cuci mobil dan lain-lain. Kalau Pak Menteri mungkin sampai jam sembilan masih tidur, tapi jam sembilan saya sudah pegang makan, pak menteri harus cari makan dulu dimana,”ungkap RH.

Diakhir sambutannya, Rusli Habibie, memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas untuk memberikan sambutannya.

Terlihat sangat luar biasa, dan inspiratif apa yang disampaikan Suharso Monoarfa. Dirinya menyampaikan sesuatu hal yang mampu menggugah akal, pikiran dan hati para tamu undangan.

“Karena kita hadir sebagai solusi Gorontalo meski warnanya beragam. Warna tidak bisa membuat kita terpisah-pisah, esensinya kita berjuang untuk gorontalo,”ujar Suharso Monoarfa.

Pada kesempatan itu, Suharso Monoarfa menjelaskan, bahwa ketika dirinya menjadi anggota DPR RI, dalam bekerja tidak pernah melihat warna apapun.

“Warna itu menjadi tidak penting, yang penting kita disini adalah gorontalo, sebagaimana kita menyelesaikan masalah banjir di gorontalo. Banjir itu tidak melihat warna, kemiskinan tak melihat warna, pengangguran juga demikian, sebab ada amanah yang diletakan dipundak kita, dan segera harus diselesaikan,” jelas Suharso Monoarfa.

Sembari bertanya kepada istrinya Wakil Ketua Komisi V DPR RI, apakah dirinya selama ini pernah melihat warna dalam membangun bangsa dan negara ini.

“Apakah saya pernah melihat warna kuning atau hijau, ada arenanya, ada domainnya, jangan arena itu kita bawa terus, jika ingin langgeng. Hari ini, saya mengajak semua semua pemimpin di gorontalo untuk menjadi solusi bagi daerah, termasuk saya sendiri”.

Suharso memberikan sebuah petikan kalimat mustajab: mari berkawan, bersahabat dengan hati.

Semoga kebersamaan para tokoh ini mampu membawa Gorontalo semakin maju, unggul dan sejahtera.***