Wagub Indris Rahim Hadiri RAT Ke 15 KPRI Miyowa Provinsi Gorontalo

Wagub Indris Rahim Hadiri RAT Ke 15 KPRI Miyowa Provinsi Gorontalo

GOSULUT.ID - GORONTALO – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim hadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-15 Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Wiyowa Provinsi Gorontalo di Belle Li Mbui, Kamis (30/1/2020).

Sekaligus menyerahkan Sertifikat Nomor Induk Koperasi dari Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Republik Indonesia kepada Ketua KPRI Wiyowa. Karena sebelum-nya telah memiliki Sertifikat ISO 9000:2008, serta penghargaan dari Menteri KUKM sebagai koperasi berprestasi tingkat nasional dari Menteri KUKM.

Untuk itu, dalam kegiatan agenda RAT tersebut, ada sebanyak 823 anggota yang akan menerima Sisa Hasil Usaha (SHU) tahun 2019 sebesar Rp229,9 juta.

Kepala KPRI Wiyowa Mansur Detuage dalam laporannya pada pembukaan RAT mengatakan, SHU per 31 Desember 2019 sebesar Rp229,9 juta. Dan 2020 kami targetkan akan meningkat menjadi Rp380 juta.

”Tapi semua kita serahkan sepenuhnya pada anggota, apakah SHU ini akan dibagikan atau disetorkan sebagai simpanan pokok,” sambungnya.

Mansur Datuage mengungkapkan, Koperasi yang bergerak dalam bidang simpan pinjam beranggotakan Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemprov Gorontalo. Tercatat kekayaan bersih pada akhir tahun 2019 sebesar Rp3,2 miliar, dengan total simpanan pokok dan simpanan wajib sebesar Rp2,1 miliar.

Sementara itu, Wagub Idris Rahim dalam sambutannya mengapresiasi kinerja pengurus yang telah berhasil meningkatkan kemajuan KPRI Wiyowa. Salah satu indikator keberhasilan tersebut yaitu opini Wajar Tanpa Pengecualian atas pengelolaan keuangan yang diaudit oleh akuntan publik.

”Berarti, dalam pengelolaan keuangan koperasi sudah berjalan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,”sambungnya.

Indris Rahim mengharapkan, dalam RAT KPRI Wiyowa hari ini yang juga telah mengagendakan pemilihan pengurus dan dewan pengawas untuk periode selanjutnya.

”Terkait hal itu, saya mengingatkan agar momentum itu dimanfaatkan untuk mengevaluasi kinerja koperasi selama ini, termasuk menyusun program koperasi yang benar-benar diarahkan untuk kepentingan dan kesejahteraan anggota,”harap Indris Rahim.

Lanjut-nya, dalam memilih pengurus, pilihlah yang kapabel dan akseptabel yaitu mampu dan diterima oleh semua anggota. Kemudian untuk menyusun program, jangan lebih besar pasak dari pada tiang.

”Artinya program itu harus disesuaikan dengan kemampuan koperasi, apalagi koperasi simpan pinjam itu biasanya lebih besar pinjamnya dari pada simpannya,” ujar Idris Rahim.

Hrs/hms

 

Editor : Harso Utiarahman