Wagub Gorontalo Membuka Rapat Koordinasi Program, Sugito : Dana Desa 2021 Diarahkan Pemulihan Ekonomi 

Wagub Gorontalo Membuka Rapat Koordinasi Program, Sugito : Dana Desa 2021 Diarahkan Pemulihan Ekonomi 

GORONTALO (GS) – Wakil Gubernur (Wagub) Idris Rahim membuka rapat koordinasi program pemberdayaan masyarakat dan desa tingkat provinsi, Senin (26/7/2021) di Hotel Grand Q Kota Gorontalo.

Karena, sejak diluncurkan pada tahun 2015 hingga tahun 2021 ini, total alokasi dana desa untuk 657 desa di lima kabupaten se Provinsi Gorontalo telah mencapai lebih dari Rp3,5 triliun. 

Menurut Wagub Idris Rahim, dana desa tersebut telah dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan peningkatan kualitas hidup dan ekonomi masyarakat desa, baik melalui program pembangunan infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat desa.

“Apalagi, dana desa telah mampu meningkatkan Indeks Desa Membangunan atau IDM di Gorontalo. Tahun ini terdapat enam desa mandiri, 172 desa dengan status maju, 417 desa berkembang. Tersisa 61 desa yang berstatus tertinggal dan satu desa sangat tertinggal,” ujarnya. 

Lebih lanjut Idris Rahim mengungkapkan, terkait tema yang diangkat pada rakor tersebut yaitu pemanfaatan dana desa untuk pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) desa. Maka alokasi dana desa di Provinsi Gorontalo tahun 2021 sebesar Rp639 miliar harus diarahkan untuk mewujudkan 18 tujuan SDGs desa yang antara lain meliputi desa tanpa kemiskinan, kelaparan, air bersih dan sanitasi, serta pertumbuhan ekonomi desa yang merata.

“Saya berharap rakor ini bisa menghasilkan rekomendasi dan komitmen bersama dalam membangun desa melalui pemanfaatan dana desa dengan menumbuhkan partisipasi masyarakat untuk mencapai SDGs desa,” ungkap Idris Rahim.

Dalam kesempatan itu,
Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Sugito, dalam sambutannya secara virtual menjelaskan, prioritas penggunaan dana desa tahun 2021 diarahkan untuk pemulihan ekonomi nasional, program prioritas nasional sesuai kewenangan desa, serta adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi COVID-19. Sugito menuturkan, salah satu prioritas penggunaan dana desa adalah untuk mengatasi dampak yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19.

“Dana desa digunakan antara lain untuk Bantuan Langsung Tunai Desa serta Program Padat Karya Tunai untuk mewujudkan Desa Aman COVID-19,” jelasnya.***