Viral Video Pungli Oknum Polisi di Perbatasan Atinggola, Kabid Humas: Anggota yang Terlibat Dalam Proses Kode Etik

Viral Video Pungli Oknum Polisi di Perbatasan Atinggola, Kabid Humas: Anggota yang Terlibat Dalam Proses Kode Etik

GOSULUT.ID  - Beredarnya video pungli oknum anggota Polri yang terjadi di daerah perbatasan Gorontalo dan Sulawesi Utara tepatnya di Kecamatan Atinggola, Gorontalo Utara, mendapat penjelasan dari  Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol. Wahyu Tri Cahyono, SIK. Selasa (1/9/2020).

Ia mengatakan, video dengan durasi 41 detik yang beredar luas di media sosial tersebut merupakan kejadian lama dan  oknum yang terlibat sedang dalam proses kode etik.

"Video pungli yang beredar di medsos itu,itu kejadian lama, sekitar bulan Mei 2020, saat berlangsung operasi ketupat yang bersamaan dengan diberlakukannya PSBB, dan oknum anggota Polri yang terlibat sebanyak 4 (empat) orang yakni Bripda M, Briptu B , Briptu S, Aiptu I, semuanya adalah personel Polres Gorut dan saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan kode etik oleh Propam Polda Gorontalo, karena tidak ada tolerir bagi anggota polri yang berbuat pungli, "Terang Wahyu. 

Ia juga menyampaikan atas nama pimpinan Polda Gorontalo sangat menyayangkan perilaku oknum anggota Polri yang tidak pantas dan meresahkan masyarakat tersebut.

"Melalui kesempatan ini saya meminta maaf, yang jelas, Bapak Kapolda sangat tegas dan tidak akan mentolerir bagi personel Polri yang melakukan pungli dan menyakiti hati masyarakat, karena bertentangan dengan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya serta melanggar kode etik profesi Polri," Tegasnya.

Wahyu berharap kepada masyarakat agar turut serta mengawasi perilaku anggota Polri di lapangan.

Polri lanjutnya terus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, meningkatkan pelayanan serta meraih hati masyarakat, oleh karena itu silakan kritik dan awasi.

"Apabila ada masyarakat yang melihat sikap dan perilaku anggota Polri yang tidak pantas, silakan foto dan atau videokan serta catat namanya, kemudian laporkan,  pasti akan kami tindak tegas,"tutup Wahyu.