Usaha Bangkrut, Kredit Macet. Nasabah Mengadu ke Komisi II

Usaha Bangkrut, Kredit Macet. Nasabah Mengadu ke Komisi II

GOSULUT.ID - Komisi 2 DRPD Provinsi Gorontalo kembali melakukan mediasi terhadap masalah kredit macet yang diadukan salah satu nasabah Bank Mandiri. Bertempat di Ruangan Komisi yang membidangi Ekonomi dan Keuangan, Espin Tulie, SE, M.Si.,  selaku Ketua mempertemukan kedua belah pihak, baik kreditur dan debitur, Senin (08/02/2021).

Srikandi PDI- P ini menuturkan, debitur yang memiliki usaha kandang ayam kampung ini sudah tidak mampu lagi membayar pinjaman atau kewajibannya karena saat ini usaha tersebut sudah gulung tikar

"Dari pengakuannya nasabah sudah tidak memiliki apa- apa lagi karena sudah bangkrut, apalagi yang menjadi jaminan merupakan tempat tinggal, bila ini dijual bagaimana dengan kehidupan keluarga tersebut selanjutnya," terangnya.

Espin melanjutkan, penurunan usaha yang mendapat suntikan dana dari Bank Mandiri pada tahun 2016, mulai terasa sejak awal covid-19 mewabah di Provinsi Gorontalo.

Padahal menurut pihak sendiri, sejak tahun 2017 angsuran nasabah tersebut sudah macet.

"Mereka (Bank Mandiri) telah melakukan prosedur dan mekanisme yang hingga saat ini sudah kali kelima melayangkan surat peringatan," imbuhnya.

Menurut Espin, dari pengamatan bersama rekan-rekan aleg, ini juga karena ada kesalahan analisa kredit yang sedikit memaksakan tanpa melihat kemampuan dan pendapatan debitur sendiri.

"Saya menemukan itu, karena kandang ini panen hanya dua bulan sekali sementara pinjamannya diatas seratus juta dengan angsuran berjangka selama 3 tahun," sambungnya.

Ia menegaskan, untuk saat ini solusinya nasabah bermohon keringanan angsuran sesuai kemampuannya saat ini sampai debitur melunasi pinjamannya.

"Kami tidak mengambil kesimpulan atas masalah kredit macet si nasabah, mengingat kondisi keuangan dan kemampuan saat ini hanya bisa mengangsur sebesar 300 ribu perbulan sebab debitur sudah tidak punya apa-apa lagi," pungkasnya.