Tender Proyek RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Diprotes

Tender Proyek RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Diprotes

GOSULUT.ID - Pelaksanaan proses tender pembangunan infrastruktur RSUD dr. Hasri Ainun Habibie yang sementara berproses saat ini mendapat protes dari salah satu perusahaan yang kalah.

"Perusahaan tersebut kalah di tahapan evaluasi tehnik sebelum memasuki pada tahap evaluasi harga. Disampaikan pasalnya bobot poin yang dinilai telah dikurangi satu-satu poin sehingga mereka merasa dirugikan dan dizalimi," Ungkap Ketua Komisi 3 DPRD Provisi Gorontalo Thomas Mopili, Senin (13/6/2022).

Dikatakan, perusahaan ini mengaku telah berpengalaman dalam mengerjakan proyek-proyek besar mulai dari pembangunan gedung mulai dari yang berlantai 7 bahkan sampai 9 lantai.

"Katanya mereka memiliki tenaga kerja yang berpengalaman dan peralatan yang memadai, bahkan belum lama ini mengerjakan proyek besar di daerah trenggalek Jawa Timur," Sambungnya.

Lanjut dia, atas ketidakadilan ini perusahaan tersebut akan menyanggah dan berencana membuat laporan. Untuk itu kepada pihak Pokja akan diberikan waktu untuk menanggapi.

"Kami berikan waktu 3 hari atau sampai dengan hari jumat kepada Pokja untuk menyanggah dan lelang dihentikan sementara, bila sampai dengan hari Jumat tidak ada sanggahan kami anggap tidak ada masalah dan lelang kembali dilanjutkan.

Thomas kembali melanjutkan, dalam proses itu ketika muncul sanggahan, komisi 3 akan mempertemukan kedua belah pihak untuk mencermati penjelasan masing-masing.

"Kita akan lihat diantara kedua belah pihak, ketika ada yang terbaik itu kita akan backup bila perlu akan dibatalkan hasil lelang saat ini," tegasnya.

Pasalnya menurut legislator partai Golkar ini mencium aroma tidak baik terhadap perusahaan pemenang atas pekerjaan rumah sakit provinsi tersebut. Menurut informasi yang didapatnya ada pihak lain yang menggunakan PT Brantas Abipraya.

"Dalam dunia kontraktor hal itu sering ditemui, dengan cara merentalkan perusahaan kepada orang yang memiliki modal. Kami mencium itu, bisa saja terjadi kongkalingkong dengan pihak Pokja. Atas informasi ini kami akan mendatangi perusahaan ini di Jakarta guna mengkonfirmasi hal tersebut," tandasnya.***