Tanggapi Tudingan Aktivis yang Terkesan Tendesius Kepada Penjagub, Wakil Ketua BPD Pilomonu Angkat Bicara

Tanggapi Tudingan Aktivis yang Terkesan Tendesius Kepada Penjagub, Wakil Ketua BPD Pilomonu Angkat Bicara

GOSULUT.ID - Dalam melaksanakan tugasnya, gubernur dibantu oleh beberapa orang asisten sekretariat daerah yang salah satunya adalah asisten 1 bidang pemerintahan. 

Tugas gubernur dalam pemerintahan, tidaklah hanya berfokus di dalam daerah yang dipimpinnya. Namun banyak juga tugas dan tanggung jawab seorang gubernur yang ada di luar daerah sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan tanggungjawabnya sebagai seorang pimpinan tertinggi dalam suatu daerah provinsi.

Pada pelaksanaan pembukaan MTQ bertaraf Provinsi yg diselenggarakan di daerah Bone Bolango, sangatlah naif jika gubernur dianggap tidak hadir. 

Gubernur Gorontalo Hamka, hadir dan diwakili oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan. Tentunya kehadiran asisten 1 mewakili Gubernur yang secara Kebetulan sedang melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya di luar daerah pada acara penerimaan secara langsung Asrama Mahasiswa HPMIG yang kini telah dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo. 

Yang diketahui bahwa, persoalan asrama mahasiswa ini, telah bertahun tahun terus bergulir. Namun alhamdulillah selesainya saat kepemimpinan Gubernur Hamka saat ini. 

Sehingga, keesokan harinya tugas Gubernur Hamka, yakni melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden International Sepak takraw Federation, (ISTAF) yang materinya membicarakan secara langsung tentang finalisasi kesiapan tuan rumah Gorontalo, pada pelaksanaan Asian Sepak Takraw Championship tahun depan.


Olehnya, Fanly Katili selaku Wakil Ketua BPD Desa Pilomunu Kecamatan Mootilango Kabupaten Gorontalo, menanggapi tudingan seorang aktivis yang dialamatkan pada gubernur sebagai orang yang tidak memahami karakteristik masyarakat Gorontalo, yang notabenenya mayoritas muslim, hanya karena ketidakhadirannya pada MTQ di Kabupaten Bone Bolango.

"Ini adalah sebuah pola pikir yang terkesan sangat "PARSIAL" dalam memahami Sistem Pemerintahan daerah. Ingat, yang diundang oleh penyelenggara MTQ adalah Gubernur Gorontalo, bukan pribadi seorang Hamka Hendra Noer. Olehnya tidak salah ketika kehadiran beliau diwakili oleh asisten 1 pemerintahan," tuturnya.

Lanjut Fanly, harusnya tudingan yag berkesan kurang Cerdas ini tidak terlalu cepat dilayangkan. Karena bisa terkesan tendensius dan tidak memahami masalah. Terlebih lagi belum secara utuh mengetahui penyebab ketidakhadiran gubernur secara langsung pada kegiatan pembukaan MTQ.


"Harusnya kita mampu memahami dan  memaknai bahwa urusan kehidupan mahasiswa Gorontalo, di luar daerah yg kini diperjuangkan gubernur yang tergabung dalam HPMIG, adalah urusan keumatan yang tidak kalah pentingnya dengan sekadar menghadiri acara seremonial. Karena hal tersebut langsung bersentuhan dengan kepentingan masyarakat Gorontalo diperantauan," jelasnya. 

Perlu disadari bahwa, memahami makna Daerah Serambi Madinah, pun harusnya tidak hanya dinilai dari luarnya saja. Dengan tidak hanya sekadar memaknainya dengan mengutamakan agenda keagamaan secara seremonial belaka, seperti pelaksanaan MTQ dan agenda-agenda religi lainnya. 


"Namun, bagaimana predikat Daerah Serambi Madina tidak dipimpin oleh para pemimpin-pemimpin yang korupsi dan mempunyai akhlak yg baik dalam kepemimpinannya. Karena, jika hanya mengutamakan hal itu maka tidak jauh daripada mengedepankan pencitraan. Tugas penjabat gubernur saat ini adalah menyelesaikan tugas-tugas gubernur sebelumnya yang belum selesai di samping meneruskan program yang ada. Sehingga terlalu kerdil pemahaman kita sebagai aktivis jika hanya menilai komitmen seorang pemimpin hanya pada persoalan seremonial," tegasnya. 

Terlebih lagi imbuh Fanly, pada tugas gubernur selanjutnya Yang pada saat itu sangat urgen untuk membahas terkait kebijakan gubernur secara langsung pada pelaksanaan Asian Sepak takraw Championship tahun depan.

"kKrena hal tersebut sangat menentukan tentang nama baik dan kehormatan Gorontalo sebagai tuan rumah. Yang sudah pasti sangat membutuhkan kebijakan seorang gubernur secara langsung. Harusnya sebagai Warga Gorontalo (yang diberi label Aktivis) kita bangga dengan apa yg sedang dirilis oleh Penjabat Gubernur meskipun usia kepemimpinannya belum cukup 100 hari kerja," imbuhnya. 

"Adalah sebuah pola pikir yg kurang cerdas jika kita seorang aktifis hanya mampu menilai sebuah komitmen pemimpin hanya dari persoalan-persoalan seremonial. Harusnya kita mampu menilai seorang pemimpin secara utuh dan tidak hanya berdasarkan pada pola yang mengindikasikan like dan dislike," tambahnya. 


"Marilah sebagai insan yg dipercaya oleh warga sebagai penyambung lidah mereka, kita mulai memberikan masukan dan kritikan yg sifatnya mendidik dan membangun daerah ini. Tentunya hal tersebut harus lebih mengedepankan segumpal daging yang baik Yang ada dalam diri manusia, Yang diyakini bahwa, jika baik gumpalan daging tersebut, maka baiklah seluruh raga dan jiwa manusia. Namun jika rusak gumpalan daging dan darah tersebut, maka rusaklah seluruh raga dan jiwa manusia. Gumpalan daging dan darah itulah yang diberi nama hati," tegasnya. 

"Kalaupun gubernur tidak sempat hadir pada Pembukaan MTQ, namun sebelumnya gubernur mungkin sudah terlebih dulu mengkomunikasikan untuk hadir pada penutupan MTQ yang telah diagendakan oleh panitia. Sehingga meskipun tidak dihadiri secara langsung pada pembukaan, setidaknya dengan kehadiran gubernur pada Penutupan nanti tidak mengurangi motivasi berprestasi para kafilah-kafilah yang menjadi utusan kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo," pungkasnya. ***