Soroti Pembatalan Pemberangkatan Haji 2021, SMS: Jamaah Perlu Ada Kepastian dan Solusi

Soroti Pembatalan Pemberangkatan Haji 2021, SMS: Jamaah Perlu Ada Kepastian dan Solusi

GOSULUT.ID -Pembatalan pemberangkatan jamaah haji Indonesia musin haji tahun 2021 terus menuai sorotan dari berbagai kalangan termasuk dari wakil rakyat di DPRD.

Menurut Srikandi DPRD Provinsi Gorontalo Sri Masri Sumuri (SMS), persoalan haji setiap tahun selalu ada dan sering menimbulkan polemik di masyarakat, baik jemaah haji resmi yang regular maupun jemaah yang mengunakan jalur khusus (haji plus).

Namun bagi anggota Komisi 4 yang membidangi masalah agama ini, dari sekian persoalan pengelolaan dana haji yang tidak sesuai peruntukannya ini perlu diselesaikan dengan baik. Pasalnya lanjut aleg asal Dapil Boalemo-pohuwato ini, informasi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat dana haji ini digunakan untuk kepentingan pembangunan. 

"Berita ini perlu dijelaskan secara bijak oleh pemerintah kepada masyarakat agar polemiknya tidak berlarut-larut apalagi jika isu ini sudah masuk ranah politik, maka akan digoreng habis-habisan," demikian sambung SMS, Rabu (9/6/2021). 

Menanggapi pembatalan keberangkan Jemaah haji 1442 Hijriah yang ditetapkan pada 3 Juni 2021 oleh Pemerintah melalui Keputusan Menteri Agama (Kemenag) RI dengan Nomor 660 Tahun 2021, dikatakannya, ini perlu dicarikan solusi yang tepat terutama langkah-langkah apa dan kebijakan seperti apa yang akan diambil setelah pengumuman ini keluar. 

Lanjut SMS, saat ini masyarakat memerlukan suatu kepastian, penjelasan dan solusi yang tepat terutama bagi para jemaah yang sudah dua tahun tertunda tersebut dapat berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun depan. 

"Bagi saya penjelasan ini sangat penting, baik berita dan informasi yang simpang siur di masyarakat tentang pengelolaan dana haji maupun terkait dengan penundaan keberangkatan haji 2021," imbuhnya.

Ia menegaskan, masyarakat itu butuh kepastian agar mereka bisa ada ketenangan menyikapi berita-berita yang simpang siur berkembang di media. Sebab, jika tidak dijelaskan dan diselesaikan dengan baik.

"Saya khawatir akan semakin menambah daftar buruk persoalan haji Indonesia," cetusnya.

SMS berharap agar ada kebijakan yang tepat untuk memastikan Jemaah haji ini terutama jemaaah yang tertunda tersebut dapat berangkat ke tanah suci Mekah. Sebaliknya bagi masyarakat agar tenang dan memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk bekerja dan menyelesaikan persoalan tersebut. 

"Sebab hampir seluruh negara melakukan pembatalan, karena ini juga menjadi kebijakan pemerintahan Arab Saudi," tutupnya tersenyum.