Sidang Wanprestasi Terbuka Untuk Umum, Nandar Pakaya: Lucu ya Orang Hukum kok Tidak Tahu. 

Sidang Wanprestasi Terbuka Untuk Umum, Nandar Pakaya: Lucu ya Orang Hukum kok Tidak Tahu. 

GOSULUT.ID - GORONTALO

Dalam press release yang dikirim WhatsApp redaksi GOSULUT.ID oleh Nandar Pakaya salah satu alumnus Fakultas Hukum Universitas Ichsan Gorontalo. Terkait Perkara gugatan Rusli Habibie masih berjalan di sidang Pengadilan Negeri Limboto. Mendekati masa-masa akhir pemeriksaan perkara. Terlihat di setiap sidang selalu diwarnai upaya pihak tergugat menggiring perkara hukum ke ranah politik. 

Apalagi, dalam pemeriksaan saksi-saksi. Pihak tergugat lebih banyak menghabiskan kesempatan menghadirkan saksi-saksi yang tidak tahu sama sekali tentang pokok perkara. Akhirnya jawaban hanyalah tidak tahu soal utang piutang dan kwitansi yang menjadi bukti surat penggugat. 

Bahkan di tengah ketidakberdayaan mematahkan dalil-dalil penggugat yang diwakili kuasa hukumnya. Terlihat kuasa hukum tergugat Susanto dan saksinya Adhan Dambea lebih memilih mempersoalkan kehadiran seorang ASN di ruang sidang Pengadilan Negeri Limboto. 

Lebih lanjut Terkait semua itu, dalam press release yang masuk WhatsApp redaksi GOSULUT.ID , Nandar Pakaya yang kesehariannya lebih banyak melakukan monitoring persidangan. Merasa kaget lalu kemudian tertawa. 

"Masa sih seorang yang tahu hukum tidak paham prinsip dasar seperti ini? Namanya juga sidang terbuka untuk umum artinya siapa pun bisa ikut melihat persidangan tersebut. Bukannya menggurui ini, kalau tuntas hukum acaranya pasti mampu membedakan mana sidang yang terbuka untuk umum dan sidang  yang dinyatakan tertutup untuk umum. Pemaknaan asas sidang terbuka untuk umum bertujuan agar semua persidangan pengadilan jelas, terang dilihat dan diketahui masyarakat," imbuhnya. 

Nandar menambah karena sidang wanprestasi antara penggugat Rusli Habibie dan tergugat Rustam Akili dinyatakan majelis hakim terbuka untuk umum. Maka sah-sah saja bila ada ASN yang mengikuti sidang tersebut. 

"Lucu aja sih, masa hakim saja menyatakan sidang terbuka untuk umum tapi ada pihak-pihak yang berlatarbelakang sarjana hukum justru mempersoalkan kalau ada ASN yang hadir. Saya sarankan mereka belajar ulang hukum acara, kalau masih berpikiran seperti ini". 

Dalam UU Kekuasaan Kehakiman jelas menyatakan. Pertama, semua sidang pemeriksaan pengadilan adalah terbuka untuk umum, kecuali undangan-undang menentukan lain. Kedua, putusan pengadilan hanya sah dan mempunyai kekuatan hukum apabila diucapkan dalam sidang terbuka umum. Terakhir, bila poin pertama dan kedua tidak dipenuhi mengakibatkan putusan batal demi hukum.***