Rakor Penegakkan Prokes Hadapi Idul Fitri Secara Virtual

Rakor Penegakkan Prokes Hadapi Idul Fitri Secara Virtual

GOSULUT.ID - Guna penegakkan Protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 dalam rangka menghadapi Perayaan Idul Fitri 1442 H, Pemerintah Pusat menggelar Rapat Koordinasi secara virtual dengan seluruh Pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda, Senin (3/5/3/2021).

Di tingkat Provinsi Gorontalo, pelaksanaan zoom meeting di gelar di ruang Huyula Kantor Gubernur Gorontalo, yang diikuti Wakil Gubernur, Kapolda Gorontalo, Danrem 133/Nani Wartabone, dan unsur terkait lainnya 

Pada kegiatan Zoom Meeting tersebut, Menteri Dalam Negeri meminta kepada TNI Polri agar dapat menindaklanjuti apa yang jadi keinginan bapak presiden. 

"Saat ini tingkat kesembuhan semakin meningkat tapi kita harus tetap mewaspadai adanya kasus varian baru sehingga kita tetap harus mengupayakan adanya protokol kesehatan, karena beberapa waktu yang lalu kami melihat rata-rata jamaah yang melaksanakan sholat tarawih tidak menggunakan masker,"Tuturnya.

Dalam kesempatan itu juga Kepala BNPB mengungkapkan bahwa, Tren perkembangan dalam kasus aktif yang sekarang lebih banyak dari bulan sebelumnya yang mana dibeberapa daerah terjadi peningkatan yang sangat signifikan.

"Terdapat 10 Provinsi yang mengalami penurunan kesembuhan berarti peningkatan yang terpapar malah semakin banyak,"Jelasnya.

Dirinya juga menegaskan untuk kedatangan WNA ke Indonesia untuk berwisata agar segera di karantina karena tidak ada Negara di dunia ini yang bebas Civid-19 termasuk Cina yang katanya bebas Covid-19 akan tetapi mereka masuk dalam angka 12 terbesar Covid-19 saat ini.

"Dalam melaksanakan kegiatan keagamaan banyak yang melangar protokol kesehatan Termasuk dalam melaksanakaan Shalat Tarawih dan tidak memakai masker, dan banyaknya yang mudik padahal sudah dilarang, jadi saya minta kepada aparat TNI dan Polri agar di perketat lagi,"Harap Kepala BNPB.

Sedangkan bapak Menteri perhubungan menegaskan kembali tentang perintah Bapak Presiden Republik Indonesia yang sudah menyampaiakan kepada masyarakat agar di larang mudik untuk mengurangi penyebaran Covid-19 yang sudah sangat banyak.

Menteri Perhubungan mengingatkan kondisi di indonesia jangan sampai seperti di India. "Di Bulan Ramadhan kita jangan lengah karena kasus peningkatan Covid-19 sangat meningkat karena banyaknya orang yang melaksanakan Shalat Tarwih tampa menggunakan Masker,"Ungkapnya.

"Semua pihak agar berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan-pernyataan ke media atau publik karena kita harus menjaga wibawa pemerintah, jangan sampai terkesan kontradiktif dan egosentris," Tegas Kemenhub.

"Semua pihak diminta untuk terus menjaga koordinasi dan komunikasi yang baik agar pelaksanaan di lapangan dapat berjalan dengan lancar,"Tutupnya.

Pejabat dalam Rapat Zoom Meeting, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, Kepala BNPB, Menteri Perhubungan, Menteri Agama, Asisten Operasi Panglima TNI, Wakil Kepala Jaksa Agung RI, Suwono Nainggolan (mewakili Kapolri)

Hadir juga pada kegiatan tersebut, Suryono (Kabinda), Hendi Arifin (Staf Kejati), Safruddin Baderung (Kakanwil Kemenag), Nurhasyim Pakaya, (Dinas Perhubungan), Suharto Suma (Dinas Kominfo), Reyke Uloli (Dinas Kesehatan).