Polda Gorontalo Selidiki Perdagangan Merkuri Ilegal, Komitmen Cegah Peredaran Zat Kimia Berbahaya

Polda Gorontalo Selidiki Perdagangan Merkuri Ilegal, Komitmen Cegah Peredaran Zat Kimia Berbahaya

GOSULUT.ID - Kasus perdagangan merkuri (air perak) sebanyak 60 Kg yang baru-baru ini berhasil dibongkar Polda Gorontalo, saat ini sementara dilakukan penyelidikan oleh Direktorat Kriminal Khusus.

"Saat ini kasus tersebut dalam penyelidikan Dirkrimsus dan akan dikembangkan apabila ada tersangka lainnya," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono, SIK, saat Press conference, Rabu (27/01/2021).

Ia menyampaikan, hasil sementara ini yang diperoleh dari keterangan dua orang pelaku (FA dan AM), saksi, meminta keterangan ahli juga hasil dari uji oleh BPOM, bahwa barang yang nilai totalnya mencapai Rp 60 juta ini berasal dari Seram Ambon.

"Air perak ini akan dijual kepada para penambang yang ada di daerah kabupaten Bone Bolango, dan berdasarkan keterangan Mercuri ilegal ini berasal dari Seram Ambon," imbuhnya.

Wahyu menerangkan penangkapan terhadap kedua pelaku berdasarkan informasi dari masyarakat yang ditindaklanjuti dengan melakukan penangkapan.

"Penangkapan terhadap kedua pelaku berawal saat ditemukannya mineral jenis Merkuri di rumah FA, yang berdasarkan keterangannya, mineral jenis Merkuri tersebut adalah milik Sdr I dan Sdr A. Dari hasil introgasi kepada pelaku (FA), mineral jenis Merkuri (Air Perak) tersebut diperintahkan Sdr (I) untuk dijualkan dengan harga Rp 1.050.000,-/botol. Yang mana Sdr (I) menjanjikan kepadanya akan diberi uang jalan Rp 500.000,- apabila telah menjual 60 botol Mineral jenis Merkuri tersebut,” jelasnya.

Atas perbuatannya tersangka akan dikenakan Pasal 161 UU No 3 Tahun 2020 atas perubahan terhadap UU No 4 Tahun 2009 tentang pertambangan minerba dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. Kepada tersangka AM akan dikenakan pasal sama dengan dijuntokan pasal 56 KUHP Pidana.

Wahyu menegaskan, air perak ini sangat berbahaya karena berdampak pada kerusakan lingkungan, pencemaran air dan mengganggu kesehatan.

"Polda Gorontalo telah berkomitmen terhadap yang berbau ilegal. Kami tentu akan melakukan pencegahan setiap peredaran zat-zat berbahaya yang dapat merusak lingkungan, akan ditindak tegas sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," pungkasnya.

Editor: Harso Utiarahman