Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk Dan Hama, Bupati Nelson Pomalingo : Siapkan Langkah Antisipasinya

Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk Dan Hama, Bupati Nelson Pomalingo  : Siapkan Langkah Antisipasinya

GOSULUT.ID - KOTA LIMBOTO - Bupati Kabupaten Gorontalo, Nelson Pomalingo menggelar rapat bersama seluruh jajaran Dinas Pertanian hingga Penyuluh, terkait dengan adanya keluhan dari petani Kabupaten Gorontalo yaitu keterlambatan penyaluran pupuk, hingga masalah hama, Kamis (16/01/2020) bertempat di Aula Rapat Dinas Pertanian.

Melalui arahan Bupati Kabupaten Gorontalo, Nelson Pomalingo mengatakan apa yang menjadi keluhan petani tentang keterlambatan penyaluran pupuk serta masalah hama sudah terungkap dan sudah di sediakan langkah-langkah antisipasinya.

"Kita berharap kelembagaan penyaluran benar-benar baik. Saya sudah minta laporannya," kata Nelson ke awak media.

Selanjutnya, Bupati Nelson Pomalingo mengungkapkan untuk problem pupuk di 9 kecamatan dan 25 desa, pihaknya sudah instruksikan segera dan dilakukan pemutahiran data oleh penyuluh.

"Saya sudah instruksikan seluruh penyuluh pertanian untuk segera turun dan melakukan pendataan, termasuk juga mengadakan penyaluran pestisida lebih maksimal. Karena jika dalam 10 ribu hektar lahan ada 500 hektar yang tidak mendapatkan pupuk dan akhirnya gagal panen, nantinya ini bisa mengakibatkan kerugian hingga Rp.20 Miliar bisa melayang," Ungkap Nelson.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo Rahmat Pomalingo, menjelaskan bahwa problem pupuk tidak ada kendala sebab stok pupuk masih tersedia. Hanya saja ada perubahan sistem, yang tadinya manual kini berganti sistem EEDRKK. 

"Para petani diwajibkan untuk menginput Nomor Induk Kependudukan (NIK) tetapi saat ini masih ada petani yang belum memasukkan data, sehingganya saat ini kami telah menurunkan seluruh petugas, untuk menjemput langsung NIK kepada ketua kelompok tani, selain itu kami rapat bersama dengan Dinas Dukcapil kalau ada (data) pada mereka kita minta dan di input," Jelas Rahmat.

Lanjut, Rahmat menuturkan saat ini data-data petani tinggal di lakukan penginputan, dan jadwal dari pemerintah pusat untuk penginputannya pada tanggal 20 Januari mendatang.

"Alhamdulillah data sudah ada, tinggal menunggu jadwal dari pusat pada tanggal 20 ini akan di input. Sehingganya kami berharap para petani untuk bisa bersabar beberapa waktu, sambil menunggu proses data ini selesai di 20 Januari ini, sembari petani menyiapkan uang untuk pupuk tersebut, sehingga jika pupuk sudah ada bisa langsung dibeli dan dibagikan semua, agar penyerapan kita tinggi. Sehingga akan mendapatkan tambahan alokasi," tutur Rahmat..***