Perseteruan Berdarah di Kafe Remang- Remang Randangan

Perseteruan Berdarah di Kafe Remang- Remang Randangan

GOSULUT.ID – Pengunjung tempat hiburan malam di Desa Motolohu, Kecamatan Randangan berkelahi. Kejadian tersebut diperkirakan terjadi pada hari Minggu (18/09/2022) pukul 02:39 WITA.

Hal itu dikarenakan adanya pesta miras antara kelompok pengunjung yang sudah dalam keadaan pengaruh miras sehingga terjadilah perkelahian dan mengakibatkan luka-luka di antara kedua belah pihak tersebut.

Melalui Kanit Reskrim Polsek Randangan, Abdul Rahman Ibrahim membenarkan kejadian tersebut, bahwa dari kedua pihak telah melapor ke polsek.

"Iya, kedua belah pihak telah datang melapor. Dimana mereka merasa adalah korban dari perkelahian itu, hingga saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan para saksi untuk dimintai keterangan," kata Kanit Reskrim Polsek Randangan.

Sementara itu, menurut kajian Andika Lamusu yang merupakan pemuda Randangan menuturkan, bahwa tempat usaha hiburan malam (kafe remang-remang) tersebut diduga tidak mengantongi izin.

"Sesuai Peraturan Daerah (Perda) Pohuwato, Undang-Undang nomor 4 tahun 2020 Tentang penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, Pasal 44 ayat 1 dan 2 itu sudah jelas, bahwa pasal 1 menjelaskan setiap orang atau badan dilarang menyelenggarakan tempat usaha hiburan tanpa izin dari Bupati atau Pejabat yang ditunjuk, dan pasal 2 jelas bahwa setiap penyelenggara kegiatan keramaian wajib mendapat izin dari instansi yang berwenang," tutur Andika Lamusu.

Ditempat yang berbeda, Sahrun Dolongseda yang juga pemuda Randangan mengungkapkan, bahwa dirinya sangat menyayangkan akan sikap Pemerintah Desa (Pemdes) maupun Pemerintah Kecamatan yang dinilai memberikan ruang akan potensi terjadinya gangguan Kamtibmas di Kecamatan Randangan khususnya Desa Motolohu.

"Hal ini disebabkan karena pemerintah setempat yang tak mampu dalam mencarikan solusi. Padahal usaha hiburan malam tersebut jelas merusak tatanan nilai-nilai moral yang ada di Kecamatan Randangan dan regenerasi. Sudah dari awal saya sampaikan, bahwa keberadaan kafe remang-remang ini akan menimbulkan perseteruan yang sangat berpotensi akan merenggut nyawa seseorang. Nah, sekarang terjadi lagi perkelahian antar pengunjung tempat hiburan itu, hingga ada tanganya yang robek akibat barang tajam," ungkap Sahrun Dolongseda.

Kepala Desa (Kades) Motolohu Ulha Usulu dan Sekretaris camat Randangan Sersi Giasi membenarkan bahwa tempat usaha hiburan malam itu tidak memiliki izin dari Pemdes maupun Kecamatan.***