Penjagub Gorontalo Resmi Teken MoU dengan Ketua Yayasan HWG di Bandung

Penjagub Gorontalo Resmi Teken MoU dengan Ketua Yayasan HWG di Bandung

GOSULUT.ID - Penjabat Gubernur (Penjagub) Hamka Hendra Noer menandatangani Mou dengan Ketua Ketua Yayasan Himpunan Warga Gorontalo (HWG) terkait kepemilikan asrama Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Gorontalo (HPMIG) Bandung, bertempat di Hotel Andelir Bandung, Jawa Barat, Selasa (21/06/2022).

Kehadiran Penjagub Hamka didampingi oleh Ketua TP-PKK Provinsi Gorontalo drg.Gamaria Monoarfa, Sekdaprov Darda Daraba, Kaban Keuangan Danial Ibrahim, Kadis Dikbudpora Wahyudin Katili, Kepala Biro Umum Reflin Buata serta Kaban BPPG Albert Panigoro.

Seperti yang diketahui bahwa asrama putra dan putri HPMIG di kota Bandung belum bisa direnovasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov), karena belum menjadi aset pemerintah.

“Dulu ini sudah diusahakan oleh pak Gubernur Rusli Habibie, sekarang kita lanjutkan kita jelaskan lebih rinci lagi. Asrama ini butuh segera di renovasi sementara renovasi dengan mengandalkan yayasan secara finansial yayasan belum mampu. Kami ingin membantu menganggarkan syaratnya harus jadi aset pemerintah karena kalau tidak akan ada permasalahan hukum dikemudian hari. Syukur alhamdulillah hari ini ada kesepakatan antara yayasan dan semua warga Gorontalo di Bandung setuju ini diserahkan jadi aset milik Pemerintah Provinsi Gorontalo,” ucap Penjagub Hamka.

Dirinya menjelaskan, melihat keadaan asrama putra / putri yang rusak dibeberapa bagian dan menyebabkan ketidaknyamanan mahasiswa untuk tinggal, ia merasa harus segera bertindak. Karena, permasalahan asrama menurutnya sangat berhubungan dengan ketersediaan Sumber Daya Manusia.

“Kondisi yang kita lihat memang harus perlu ada pembenahan tapi kan asrama ini di bawah yayasan yang dikelolah oleh warga Gorontalo yang ada di Bandung. Syukur alhamdulillah hari ini ada kesepakatan dengan orang-orang tua di sini menyerahkan ke Pemda. Selanjutnya dengan dasar itu kita akan sepakati dengan notaris. Intinya secara administrasi beres, kemudian kita akan cari anggaran secepatnya apakah di APBD Perubahan atau nanti gimana baiknya, karena ini penting sebagai pengembangan SDM,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Yayasan Himpunan Warga Gorontalo (HWG) Iriana A Katili menuturkan, selama ini memang pihaknya menginginkan asrama HPMIG Bandung ini dikelolah oleh Pemprov Gorontalo. Tetapi tentu harus melalui izin dari nama empat pembina asrama yang tiga di antaranya sudah meninggal dunia sisa Maudy Saboe sebagai sesepuh. Untuk itu beberapa waktu lalu Iriana kembali menemui Maudy. Ia berbicara tentang keinginan besar mahasiswa Gorontalo yang ingin tinggal kembali di asrama tetapi kurang layak. Maudy pun mengijinkan pihak yayasan bertemu pihak Pemprov Gorontalo untuk mendatangani MoU bersama.

“Ini jadi perjuangan bersama. Sejak dari zaman pak Rusli sepanjang beliau menjabat selalu mengusahakan kepemilikan asrama ini tapi memang belum berhasil, karena ada beberapa kendala. Tapi alhamdulillah sekarang kita sudah sepakati bersama. Intinya ini perlu kita syukuri kepemilikan ini kembali ke pemprov. Harapan kami asrama bisa segera diperbaiki, kemudian juga mahasiswa – mahasiswi nyaman tinggal di sini,” tutupnya.***