Peneliti Bioenergi dari Tiga Negara di Kawasan Wallacea Bertemu Bupati NP

Peneliti Bioenergi dari Tiga Negara di Kawasan Wallacea Bertemu Bupati NP

GOSULUT.ID - LIMBOTO

Bupati Gorontalo, Prof Nelson Pomalingo (NP) menerima kunjungan tim peneliti pengembangan bioenergi di kawasan Wallacea. Rombongan diterima di rumah Bupati Gorontalo, Sabtu (30/07/22).

Menggambar kolaborasi dari tiga negara yaitu, Inggris, Jepang, dan Indonesia yang dipimpin oleh Assoc. Prof Agustian Taufiq Asyhari, PhD., dari Birmingham City University (UK), proyek penelitian bioenergi ini akan berlangsung hingga 2023. Dalam pertemuan dengan Bupati Nelson terungkap bahwa penelitian bioenergi di kawasan Wallacea ini telah berlangsung sejak tahun 2021. 

Peneliti telah menemukan beberapa jenis tumbuhan hutan yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku bioenergi di masa depan. Rincian lengkap dan karakteristik spesies tanaman tersebut belum dilaporkan. 

Bahkan penelitian bioenergi ini juga melibatkan dua pakar lainnya, yakni Assoc. Prof. Dr. Eng Muhammad Aziz dari The University of Tokyo dan Dr. Iswan Dunggio dari Program Studi Kependudukan dan Lingkungan di Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

 “Penelitian untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan yang berpotensi menghasilkan biofuel dan melindungi bentang alam di sekitarnya dapat berkontribusi pada ketahanan pangan dan menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan,” kata Dr. Dunggio melalui siaran pers. 

Ia juga Kepala Pusat Penelitian Wallacea untuk Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Perubahan Iklim di UNG. Wallacea adalah kawasan biogeografis yang meliputi gugusan pulau dan kepulauan di bagian tengah Indonesia, dipisahkan dari landas kontinen Asia dan Australia oleh selat dalam. Di sisi lain, pengembangan tanaman bioenergi di Indonesia didasarkan pada kebijakan Pemerintah pada saat krisis energi dunia tahun 2006. Salah satu Kebijakan Energi Nasional saat itu adalah sesuai dengan Instruksi Presiden No.1/2006 yang mengamanatkan Kementerian Kehutanan berperan dalam penyediaan bahan baku BBM. Sayur-sayuran (BBN), termasuk pemberian izin pemanfaatan lahan hutan, terutama pada lahan yang tidak produktif. Sejalan dengan kebijakan strategis Pemerintah Indonesia tersebut, penelitian bioenergi ini dilakukan dalam kerangka luas Trilateral Research Initiative COP26 yang didanai oleh British Council Jepang, jelas Prof. Asyhari selaku peneliti utama program penelitian ini.

Penelitian bioenergi yang sedang berlangsung di Wallacea disambut dengan dukungan dari Bupati Nelson. Mantan Rektor dua perguruan tinggi terkemuka di Gorontalo, yakni UNG dan UMG ini berharap penelitian ini dapat memberikan solusi ganda bagi pembangunan Provinsi Gorontalo, yaitu memperbaiki lingkungan dan mengurangi kemiskinan.

 “Atas nama Pemerintah Daerah, saya mengucapkan terima kasih kepada Tim Peneliti atas kegiatan penting terkait karakterisasi jenis tumbuhan bioenergi ini. Saya berharap penelitian ini akan membuka jalan bagi keputusan kebijakan strategis dalam mendukung program nasional terkait energi baru dan terbarukan,” jelas Nelson.***