Pemkab Gorut - Bolmut Lakukan Kesepakatan Larangan Mudik Jelang Lebaran

Pemkab Gorut - Bolmut Lakukan Kesepakatan Larangan Mudik Jelang Lebaran

GORUT (GS) - Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) bersama Pemkab Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) melakukan penandatanganan kesepakatan bersama terkait beberapa poin larangan jelang mudik lebaran 1442 hijriah.

Kesepakatan itu ditandatangani langsung oleh Wakil Bupati Gorut Thariq   Modanggu dan Bupati Bolmut, Depri Pontoh, serta Kapolres Gorut AKBP Dicky Irawan Kesuma dan Kapolres Bolmut Wahyu Purwidiarso, serta Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 1303 Bolmong, Rabu (28/04/2021).

"Jadi ada 11 poin, pertama mobil Ambulance dilengkapi dengan Surat Perintah Tugas (SPT) dari kepala Puskesmas setempat dengan jumlah petugas masing - masing 5 orang. Dan kedua, kendaraan pelayanan distribusi logistik terdiri dari 2 orang (sopir dan pembantu sopir). Ketiga masyarakat komuter (masyarakat berdomisili) di Kecamatan Atinggola & Kecamatan Pinogaluman, dapat melintasi perbatasan dengan menitipkan KTP diposko penjagaan sebagai jaminan maksimal 2 jam, dan tetap dilaksanakan protokol kesehatan," ungkap Wabup Thariq.

Sementara poin keempat kata Wabup, agar masyarakat yang mengunjungi orang sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal wajib menghubungi keluarga tempat dimana alamat yang akan dikunjungi dengan menghubungi melalui Video Call. Selain itu pengguna roda transportasi darat tidak diperkenankan melintasi perbatasan pada saat pemberlakuan larangan mudik mulai tanggal  6 - 17 Mei 2021. 

"Dan poin keenam, pedagang keliling dapat dibuktikan dengan barang dagangan, namun akan ada pemeriksaan secara acak/random kepada para pedagang. Jika ditemukan ada gejala positif Covid-19 akan diputar balikan. Kemudian poin ketuju, pada masa pengetatan Prokes akan dilaksanakan pemeriksaan kepada masyarakat pelaku perjalanan darat yang akan keluar daerah didahului dengan pemeriksaan di posko," tambahnya.

Ia menambahkan, untuk poin kedelapan ini, agar pelintas perbatasan akan dilakukan pemeriksaan kesehatan sesuai dengan protokol kesehatan secara ketat. Kemudian poin kesembilan, dimana pos perbatasan Gorut akan melakukan pemeriksaan kepada pelaku perjalanan yang berasal dari wilayah Sulut, begitu pun sebaliknya perjalanan yang berasal dari wilayah Provinsi Gorontalo. 

"Dan untuk poin kesepuluh, dimana pos perbatasan Gorut akan melakukan penyekatan dan pelarangan kepada pelaku perjalanan yang berasal dari wilayah Gorontalo, sedangkan pos perbatsan Bolmut melakukan penyekatan dan pelarangan melintas kepada pelaku perjalanan yang berasal dari wilayah Sulut. Dan poin terahir, dimana petugas posko akan dilengkapi dengan id card sebagai tanda pengenal," pungkasnya.(***)