Paris Jusuf Jaring Asmara di Desa Padengo

Paris Jusuf Jaring Asmara di Desa Padengo

GOSULUT.ID - Selaku Wakil Rakyat yang mendapat amanah duduk di DPRD Provinsi Gorontalo, Paris RA Jusuf tetap melaksanakan kewajibannya untuk turun ke Daerah Pemilihan guna menjaring dan menyerap berbagai aspirasi, pendapat, keluhan dan masukan dari warga.

Dalam agendanya kali ini, Aleg Golkar dapil 3 Kabupaten Gorontalo A ini menyambangi masyarakat yang berada di Desa Padengo, Kecamatan Limboto Barat, Jumat (19/03/2021).

Paris yang kembali dipercaya sebagai Ketua DPRD ini turut memberi penjelasan dan pemahaman kepada warga setempat terkait agenda reses pada masa persidangan kedua.

"Kami seluruh 45 anggota DPRD Provinsi Gorontalo kembali ke dapil masing-masing dalam rangka menerima dan menampung aspirasi dari bapak dan ibu untuk kami bawa dan perjuangkan agar apa yang diinginkan dapat diperhatikan dan direalisasikan oleh pemerintah," jelasnya.

Dikatakan, segala masukan yang disampaikan akan dipilah, mana yang menjadi kewenangan pemerintah Kabupaten Gorontalo dan Pemerintah Provinsi.

"Nantinya aspirasi akan saya komunikasikan dan koordinasikan, bila itu kewenangan Pemda Kabupaten Gorontalo akan saya sampaikan ke Bupati dan Jajaran, dan untuk provinsi saya perjuangkan ke Gubernur dan Dinas terkait," ungkapnya.

Lanjut Paris, masa pandemi covid-19 berdampak pada program dan kegiatan yang telah di tetapkan dalam APBD tahun sebelumnya, tidak sepenuhnya dilaksanakan. Sehingga nanti di implementasikan pada tahun berikutnya.

"Bapak dan ibu sekalian, sejak wabah Corona tahun kemarin, berpengaruh pada sejunlah kegiatan yang telah dianggarkan. Karena sekitar 50 persen dialihkan untuk penanganan dan pencegahan covid-19. Insyaallah di tahun ini dan selanjutnya dialokasikan kembali," urainya.   

Pada kesempatan itu, sejumlah elemen masyarakat mempertanyakan proses dan mekanisme untuk bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah, salah satunya untuk mesjid.

"Aspirasi-aspirasi yang saya terima ini insyallah akan saya kawal dan perjuangkan, dan soal mesjid alurnya tentu saja di buatkan proposal permohonan yang di ketahui kepala desa atau lurah, penjelasan apa yang dimohonkan serta rincian atau hal-hal apa saja yang sangat dibutuhkan," pungkas Paris Jusuf