Noval Luruskan Fitnah Adhan Dambea Kepada Gubernur Rusli Habibie Terkait Dana Rp. 53 Milyar.

Noval Luruskan Fitnah Adhan Dambea Kepada Gubernur Rusli Habibie Terkait Dana Rp. 53 Milyar.

GOSULUT.ID - Pernyataan Adhan Dambea sebagaimana dilansir oleh salah satu media Online "Diduga 53 Milyar Raib Dari APBD Provinsi Gorontalo, Adhan Dambea: Aparat Hukum Jangan Main Mata Dengan Kasus Korupsi Rusli Habibie” dinilai tidak berdasar.

Hal ini disampaikan oleh Suryanto Gobel, S.IP, M.Ec.Dev Kasubid Bina Keuangan Daerah Pemprov Gorontalo. Menurutnya, apa yang disampaikan Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Adhan Dambea sangat tidak berdasar dan jauh dari kenyataan.

“Mungkin Adhan Dambea tidak jeli dan tidak paham membaca laporan realisasi anggaran (LRA) dan laporan arus kas keuangan pemerintah daerah (LKPD). Dalam laporan tersebut, belanja hibah itu terdiri dari dua jenis yaitu hibah berupa uang dan hibah berupa barang. Yang dituduhkan Adhan Dambea sebesar Rp. 53 Milyar itu adalah hibah berupa barang yang tersebar dibeberapa OPD diantaranya Rumah Layak Huni untuk masyarakat yang dikenal dengan Rumah Hunian Idaman Rakyat (RH-IR), dua laporan tersebut berdasarkan Permendagri 64 Tahun 2013 Tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah Berbasis Akrual pada pemerintah daerah dan format konsolidasi belanja hibah pada LRA-LKPD sesuai Permendagri 39 Tahun 2012 Tentang Perubahan atas Permendagri 32 Tahun 2011 Tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang bersumber dari APBD. BPK juga telah melakukan audit anggaran hibah tersebut dan disajikan laporan keuangan hibah barang maupun uang, semuanya dikonversi menjadi laporan realisasi dana hibah. Jadi, Adhan harus membaca secara utuh dan komprehensif baik laporan keuangan daerah maupun peraturan yang terkait didalamnya”. Jelasnya saat dihubungi via seluler.

Hal yang sama disampaikan oleh Juru Bicara Gubernur Gorontalo, Noval Abdussamad saat dikonfirmasi awak media. Noval menyayangkan pernyataan Adhan Dambea tersebut. Terlebih soal tuduhan Adhan Dambea terhadap Gubernur Rusli Habibie terkait digunakannya dana tersebut untuk serangan fajar pada saat Pileg 2019 lalu.

“Ini Fitnah kepada khalifah dan pemimpin yang dicintai rakyat. Agama melarang orang untuk melakukan fitnah kepada orang lain, hal yang tidak mungkin Gubernur melakukan hal itu, dapat dibuktikan dengan adanya laporan pertanggungjawaban bahkan sudah pernah diklarifikasi oleh KPK, BPK, dan Polda Gorontalo atas laporan Adhan Dambea, yang hasilnya tuduhan Adhan tersebut tidak benar dan tidak terbukti”. Tegasnya.

Saat ditanya soal permintaan laporan Adhan Dambea untuk meminta penjelasan terkait penggunaan dana Rp. 53 Milyar yang menurut Adhan sudah tiga kali tidak mendapat jawaban, Noval membantah hal itu.

“Pemprov sudah menyampaikan melalui surat nomor 900/BKPG/2383/2020 tanggal 30 Oktober 2020 perihal penyampaian dokumen”.

Terakhir, Noval menasehati Adhan Dambea yang belum lama ini merayakan hari ulang tahunnya.

“Nasehat saya ke Adhan Dambea, diusianya yang sudah tua bisa lebih bijak lagi, lebih tekun dan lebih menghargai apa yang menjadi ketetapan Allah SWT, rajin berdzikir dan rajin melaksanakan sholat lima waktu agar supaya diakhir hayatnya yang akan diingat adalah hal-hal baik, menjadi khusnul khotimah bukan su’ul khotimah (akhir hidup yang jelek) oleh karena itu harus sucikan hati dan luruskan niat untuk mengabdi kepada rakyat, Aamiin Yaa Rabbal Alamin,” pungkasnya.***