Lomba Seni Melukis Koleksi Museum, I Wayan: Museum Mampu Tingkatkan Kualitas Seni Rupa Gorontalo

Lomba Seni Melukis Koleksi Museum, I Wayan: Museum Mampu Tingkatkan Kualitas Seni Rupa Gorontalo

GOSULUT.ID - Memasuki hari ke lima pelaksanaan Lomba Edukatif Kultural Museum, UPTD Museum Purbakala Provinsi Gorontalo menggelar lomba Melukis Koleksi Museum, Selasa (9/8/2022).

Kegiatan ini diikuti oleh 21 peserta atau siswa yang berasal dari SMA, SMK, dan MA se Provinsi Gorontalo yang dinilai langsung oleh tiga juri yakni salah satu perupa gorontalo Affandy Rais, dan dua Dosen Seni Rupa dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG), I Wayan Sudana dan Suleman Dangkua.

Obyek yang dilukis oleh seluruh peserta adalah barang atau benda-benda yang merupakan koleksi dari museum yang memiliki nama Popa-Eyato.

Keluar sebagai juara 1 pada lomba melukis koleksi museum itu adalah siswa dari SMAN 3 Gorontalo atas nama Bunga Patricia Muis.

Berikut nama siswa dan asal sekolah yang menduduki peringkat kedua sampai keenam:

Juara 2: Marsyanda Althafia, MAN I Kota Gorontalo
Juara 3: Moh Surya Ishak, SMAN 2 Gorontalo
Juara 4: Fazria Gobel, SMAN 3 Gorontalo Utara
Juara 5: Moh. Rifkal Noho, SMAN 1 Suwawa Timur
Juara 6: Adinda Purnamasari, SMAN 1 Wonosari.

I Wayan Sudana selaku Ketua Jurusan Seni Rupa UNG yang didaulat menjadi salah satu dewan juri menyampaikan apresiasinya kepada UPTD Museum Purbakala Gorontalo yang telah rutin menyelenggarakan kegiatan tersebut.

"Saya mengapresiasi program yang dilaksanakan oleh pihak museum. Barangkali ini lomba yang pertama kali diikuti oleh peserta yang banyak," ungkapnya.

Dikatakan, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya karya-karya yang ditampilkan mengalami perkembangan yang cukup signifikan, ini menandakan museum dianggap telah berhasil meningkatkan kualitas seni rupa di Provinsi Gorontalo.

Menurutnya, yang terpenting bagaimana UPTD Museum Purbakala mulai memperluas fungsi museum itu sendiri tidak hanya untuk melestarikan dan memajang benda-benda warisan masa lalu tetapi dimanfaatkan sebagai sumber belajar seni rupa.

"Tentu saja museum dapat digunakan sebagai sumber belajar seni rupa sehingga anak-anak nanti tidak hanya mencari inspirasi dalam berkarya tapi juga mereka akan mengenali nilai-nilai di balik museum itu melalui karya-karya yang dipajang kemudian divisualisasikan melalui bentuk seni lukis," terangnya.

Ia berharap Museum akan secara rutin menyelenggarakan kegiatan lomba dengan lebih meningkatkan jumlah peserta tidak saja dari tingkat SMA, SMK, dan MA tapi juga SMP sederajat.

"Kepada anak-anak yang berhasil menjadi juara agar terus meningkatkan keahlian di bidang seni rupa bukan untuk menjadi menjadi pelukis tapi untuk profesi-profesi lain karena nilai seni rupa yang tertinggi adalah nilai kreativitas karena nilainya itu dibutuhkan oleh semua profesi," tandas I Wayan Sudarna.