Lapor Pelaku Hoax ke Polda Gorontalo, Jupri, SH, MH : Langkah Pemprov Gorontalo Sudah Tepat

Lapor Pelaku Hoax ke Polda Gorontalo, Jupri, SH, MH :  Langkah Pemprov Gorontalo Sudah Tepat

GOSULUT.ID - Baru-baru ini jagat dunia Maya dihebohkan dengan berita berjudul "Kejahatan Kemanusiaan  di Fasilitas Isolasi COVID 19 Asrama Haji Gorontalo. Terkait tuduhan tersebut, kuasa hukum pemerintah Provinsi Gorontalo melaporkan dua orang yang diduga menyebarkan berita tersebut.

Dalam  press release yang diterima oleh redaksi GOSULUT.ID, Akademisi Fakultas Hukum Universitas Ichsan Gorontalo JUPRI, SH.MH memberikan tanggapan terkait langkah pelaporan ke Polda Gorontalo. Ia mengungkapkan bahwa perilaku seperti ini, sangatlah postif, karena menimbulkan dampak kepanikan di tengah masyarakat. 

Oleh-nya pelaporan ini sudah tepat!  Ketegasan aparat penegak hukum sangatlah dibutuhkan di tengah pandemi wabah Corona. Terhadap perilaku tersebut bisa dikenakan Pertama, Pasal 27 ayat 3 Jo Pasal 45 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 Jo. UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Kedua, terkait menyiarkan berita atau pemberitaan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat atau menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, maka bisa dijerat dengan Pasal 14 dan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Kemudian terkait tafsir "Kejahatan Kemanusiaan" selaku dosen hukum pidana yang mengajarkan delik-delik di luar KUHP. 

Jupri menyatakan, bahwa suatu kekeliruan atau salah kaprah menggunakan istilah tersebut. Karena istilah kejahatan kemanusiaan itu diatur dalam UU Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. Dimana disebutkan bahwa Pelanggaran HAM Berat terdiri atas Kejahatan Genosida dan Kejahatan terhadap Kemanusiaan. Artinya adalah ini tuduhan luarbiasa, karena bisa saja orang yang membaca berita tersebut, mengambil kesimpulan bahwa pemerintah daerah telah melakukan pelanggaran HAM berat.

"Jadi saya berharap di tengah musibah wabah Corona ini, agar bisa saling menjaga keharmonisan dengan pemberitaan yang baik. Agar tidak menimbulkan kepanikan-kepanikan atau permusuhan di tengah masyarat," harap Jufri.

By JUPRI, SH.MH
Dosen Pidana Universitas Ichsan Gorontalo