Kuasa Hukum FA Diduga Cari "Panggung" Atas Dugaan Kasus Penganiayaan Rekan Kerja di Randangan

Kuasa Hukum FA Diduga Cari "Panggung" Atas Dugaan Kasus Penganiayaan Rekan Kerja di Randangan

GOSULUT.ID – NMS kecewa atas pernyataan Stenli Nippi yang merupakan kuasa hukum atau pengacara dari FA yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh NMS. 

Dimana telah tersiar di stasiun siaran televisi TVRI bahwa Stenli Nipi dalam pernyataannya kepada wartawan ada beberapa kalimat opini yang dilontarkannya, NMS menilai hal itu terlalu berlebihan karena Stenli seorang pengacara yang suka beropini.

"Informasi yang kami dapatkan, bahwa kejadian ini bukan pertama kali dilakukan pada karyawan baru atau kontrak. Pelaku sering melakukan juga hal sama kepada karyawan lain tapi sampai saat ini banyak orang takut karena emosionalnya pelaku itu sendiri sulit untuk dikendalikan," ungkap NMS seperti disampaikan Stenli Nippi yang disiarkan oleh stasiun televisi TVRI.

Mendengar hal itu, NMS yang diduga pelaku penganiyaan terhadap rekannya FA langsung menanggapi, ada pun yang menjadi penilaiannya terhadap Stenli Nipi dengan menudingnya sudah berulang kali melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan orang lain.

"Baru kali ini saya ketemu dengan kuasa hukum atau pengacara yang suka beropini di media sosial. Dia itu hanya seorang pengacara, bukan kah hukum adalah sebuah kepastian. Dimana semua ucapan atau pernyataan itu disertai pembuktian. Apabila ingin mencari panggung diusahakan jangan menambah atau mengurangi suatu perkara yang ditangani. Walaupun berdalil hanya mendapat informasi," ucap NMS dalam tanggapannya, Jum'at (13/01/2023).

"Saya berpendapat, bahwa saat ini saya berusaha disudutkan dari berbagai sudut dengan berbagai macam cara. Salah satunya di media sosial oleh pengacara FA yang suka beropini. Dimana dia berbicara sebagai kuasa hukum yang harusnya berbicara sesuai data dipegangnya atau bukti. Bahkan saya dimintanya agar pimpinan bank dapat menindak tegas akibat ulah yang menurut pengacara FA sudah berulang-ulang kali dilakukan akan tetapi sampai sekarang belum mendapat tindakan tegas itu. Karena hal tersebut tidak saya lakukan atau informasi itu diduga Hoax," tuturnya.***