Konfercab VI NU Kota Gorontalo, Telah Sesuai Mekanisme AD ART, Momentum Bangun Sinergitas dan Menjaga Marwah NU

Konfercab VI NU Kota Gorontalo, Telah Sesuai Mekanisme AD ART, Momentum Bangun Sinergitas dan Menjaga Marwah NU

GOSULUT.ID - Ketua Panitia Konferensi Cabang (Konfercab) Ke VI Nahdlatul Ulama Kota Gorontalo Irfan Gani, S.Ag., M.Pd membantah bila hajatan Konfercab yang dilaksanakan pada hari Sabtu (11/09/2021) di Aula Kampus Nahdlatul Ulama, digelar secara diam-diam dan tidak sesuai aturan organisasi sebagaimana pernyataan Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Gorontalo Niki Ilanunu di salah satu media.

Irfan mengatakan, bahwa kegiatan tersebut telah dilaksanakan sesuai AD/ART NU dilaksanakan dan dibuka langsung Ketua PBNU Korwil Sulawesi Bidang Agama KH. Abdul Manan Ghani secara virtual dan dihadiri langsung Rois Syuriah PCNU Kota Gorontalo, KH. dr. Burhanudin Umar, dan KH. Dr. H. Zulkarnain Suleman, M.Hi, selaku Ketua PWNU Provinsi Gorontalo.

"Bahkan Peserta Konferensi yang hadir secara offline adalah seluruh utusan pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU yang berasal dari 9 (sembilan) Kecamatan se Kota Gorontalo,"sambungnya, Senin (13/09/2021).

Ia menegaskan, pelaksanaan konfercab juga mengacu pada edaran dari Pengurus PBNU Pusat Nomor: 4131/C.1.034/05/2021
yang menginstruksikan kepada PWNU, PCNU dan PCINU yang telah berakhir masa khidmat kepengurusannya agar segera melaksanakan Konferensi Wilayah dan Konferensi Cabang, paling lambat sampai bulan September 2021, dengan ketentuan tetap menjalankan protokol kesehatan pencegahan penularan virus Covid-19 secara ketat dalam rangka antisipasi Penanganan Covid-19. Apabila sampai batas waktu tersebut di atas belum bisa melaksanakan Konferensi, maka PBNU akan mengeluarkan kebijakan dengan menerbitkan Surat Keputusan pembekuan kepengurusan.

Irfan menjelaskan, mengingat kondisi pandemi covid-19 yang belum berakhir dan pemberlakuan PPKM di kota Gorontalo yang masih level 3 sampai dengan tanggal 20 September maka peserta konfercab dibatasi guna mematuhi protokol kesehatan, sehingga teknisnya kita atur dibagi menjadi dua, yakni peserta penuh dari MWCNU sembilan kecamatan berada dalam ruangan (offline) dan beberapa pengurus cabang NU, sementara yang bukan peserta penuh apalagi hanya peninjau kita undang cukup mengikuti lewat virtual saja. 

"Jadi yang hadir langsung secara offline mereka (MWC) yang memiliki hak suara, hak dipilih/memilih sedangkan status peninjau termasuk Badan Otonom (Banom) NU silahkan menyesuaikan secara virtual karena tidak mememiliki hak penuh untuk memilih, hal ini kita lakukan sudah sesuai AD/ART organisasi dan Himbuan pemerintah tentang prokes covid 19 juga PPKM (aturan orang berkumpul) diberlakukan di kota Gorontalo. Mekanismenya khan jelas, aturan apa yang kita langgar? Malah keduanya jalan, yakni menjalankan aturan organisasi NU dan juga aturan pemerintah disesuaikan dengan kondisi pademi covid 19.

Ia menambahkan, bahwa sebelum pelaksanaan Konpercab NU, kami panitia bersama Ketua Tanfidziyah Kota Gorontalo Hi. Ibrahim Sore, M.Pd.I telah melakukan sowan pemberitahuan dan izin kepada Rois Syurya NU Kota Gorontalo, KH. dr. Burhanuddin Umar, lanjut koordinasi dengan Ketua PWNU Provinsi Gorontalo, KH. DR. Zulkarnain Suleman dan terkahir melakukan kordinasi PBNU dalam hal ini Ketua PBNU Korwil Sulawesi KH. Abdul Manan Ghani sekaligus mohon kesediaan beliau memberikan arahan dan membuka acara konpercab NU Kota Gorontalo. Secara administrasi legitimasi pesertanya juga kita lakukan pengecekan, termasuk peninjau yang SK kepengurusan Banom dan lembaga sebagiannya besarnya telah berakhir 2020. Apanya yang kita sembunyikan..?

Irfan menyampaikan, pelaksanaan Konfercab telah selesai prosesnya telah melalui mekanisme serta AD/ART. Tidak perlu dipolemikkan, apalagi dibangun opininya sampai membias kemana mana. Selama ini kepengurusan PCNU Kota Gorontalo sampai saat ini tetap solid dan tidak berpolemik, sebagai kader NU samina wa athona sesuai arahan pemilik organisasi NU yakni Rois Syurya.

"Hasil konfercab NU ke VI tahun 2021 telah menghasilkan KH. dr. Burhanuddin Umar, Rois Syuriah dan Drs. Hi. Ibrahim T. Sore, M.Pd Ketua Tanfidziyah NU Kota Gorontalo. Kedepan mari bangun sinergitas memberikan konstribusinya untuk jamiiyah dan jamaah NU, dengan menjaga marwah organisasi NU," himbau Irfan.