Kemkominfo: Efek Vaksinasi Terhambat Persebaran Ribuan Hoaks

Kemkominfo: Efek Vaksinasi Terhambat Persebaran Ribuan Hoaks

GOSULUT.ID - Persebaran hoaks merupakan salah satu tantangan dalam melakukan pemulihan dan pencegahan covid-19.

Hal ini diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informatika (kominfo) melalui juru bicaranya Dedi Permadi.

Dikatakan, Deseminasi informasi yang benar ke masyarakat mengenai efek vaksinasi masih terhambat dengan adanya persebaran hoaks di ruang digital.

“Dampaknya besar terhadap upaya negara untuk lepas dari jerat pandemi covid-19, bahkan hoaks bukan hanya seputar vaksinasi bahkan soal penyakit covid-19 sendiri dan PPKM,” Katanya

Berdasarkan data kemenkominfo sejak januari 2020 sampa 23 desember 2021 penemuan hoaks dan disinformasi di ruang siber seputar covid-19 masih bertambah.

Persebaran terbanyak isu hoaks covid-19 di facebook sebanyak 4593 unggahan. hoaks vaksinasi covid-19 dengan persebaran terbanyak pada facebook sejumlah 2315 unggahan.

Kemudian untuk isu hoaks PPKM telah ditemukan sebanyak 50 isu pada 1302 unggahan media sosial dengan persebaran terbanyak pada media sosial facebook, dan untuk pemutusan akses terhadap unggahan tersebut sementara dilakukan.

Unggah hoaks tersebut telah di tangkal oleh kemenkominfo, seperti hoak covid-19 sudah hilang di Cianjur, pendeta Meksiko meninggal usai divaksin covid-19, hoaks cairan iblis yang terdapat dalam vaksin yang menyebapkan kematian dan hoaks vidio bukti varian omikron yang hanya dibuat-buat.

Ia menyampaikan, kementrian Kominfo berpesan kepada seluruh masyarakat indonesia berpesan bahwa bahaya dari virus covid-19 harus disadari bersama, dan jangan sampai kita percaya dengan informasi yang tidak benar serta menganggap virus covid-19 telah lenyap.

“ Bagi seluruh masyarakat indonesia mari kita hentikan persebaran hoaks, gunakan masker dengan benar, dukung upaya vaksinasi dan ikut serta dalam menekan angka persebaran covid-19 di tanah air,” pungkasnya.