Kapolda Gorontalo: Polantas Harus Berkolaborasi Dengan 5 Stakeholder

Kapolda Gorontalo: Polantas Harus Berkolaborasi Dengan 5 Stakeholder

GOSULUT.ID - Sejalan dengan tema peringatan hari Lalu Lintas Bhayangkara pada tahun ini, “Polantas Yang Presisi Pulih Dan Bangkit Bersama Menuju Indonesia Maju, kedepan Polantas harus berkolaborasi dengan 5 (lima) stake holder.

"Kelima stakeholder itu adalah akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah dan media," ungkap Kapolda Gorontalo Irjen Pol Helmy Santika saat menghadiri HUT ke-67 Bhayangkara Lalu Lintas di aula Mako Lantas Polda Gorontalo secara serentak melalui Zoom meeting bersama Kapolri pada hari Kamis (22/09/2022).

Ia menuturkan, Polantas di Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang. hal ini berawal dari mulai munculnya aktivitas Lalu Lintas kendaraan bermotor di Indonesia. Ketika mobil dan sepeda motor bertambah banyak pemerintah hindia belanda mulai merasa perlu mengatur penggunaannya. Peraturan pertama dikeluarkan tanggal 11 November 1899 dan dinyatakan berlaku tepat tanggal 1 Januari 1900 yaitu Reglement Op Gebruik Van Automobilen (Stadblaad 1899 No 301).

"Sepuluh tahun kemudian pada tahun 1910 dikeluarkan lagi Motor Reglement (STB 1910 NO.73). dengan demikian pemerintah hindia belanda telah memperhatikan masalah Lalu lintas di jalan dan telah menetapkan tugas Polisi di bidang Lalu Lintas secara represif," urainya.

Ditegaskan, peran lalu lintas semakin penting sebagai urat nadi kehidupan tentu berkaitan dengan manusia beserta segala aktivitas kemanusiaannya untuk dapat bertahan hidup tumbuh dan berkembang.

"Tatkala kehidupan manusia mengalami perubahan sosial yang begitu cepat, maka lalu lintas sebagai refleksi budaya dan refleksi tingkat modernitas akan mengikutinya," ujarnya.

Helmy mengucapkan terima kasih kepada Personil Ditlantas dan Satlantas jajaran Polda Gorontalo yang telah berperan aktif dalam pelaksanaan Vaksinasi dan tetap memberikan pelayanan Kepolisian dibidang Lalu Lintas selama Pandemi Covid-19 sehingga berkontribusi positif dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Gorontalo, Pejabat Utama Polda Gorontalo serta pemerintah Provinsi Gorontalo dan seluruh Personel Dit Lantas.