Kabupaten Gorontalo Kembali Mendapat Dana Hibah 20 Milyar Untuk Pertanian

Kabupaten Gorontalo Kembali Mendapat Dana Hibah 20 Milyar Untuk Pertanian

Liputan Wartawan WWW.GOSULUT.ID, Alwin Ibrahim

Editor : Olla Paputungan 

 

 

 

GoSulut.Id -Limboto- Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo pagi tadi melaksanakan kegiatan Start up worskshop program "Rural Empowerment and Agricurtultural Development Scoling up Initiative" (RED-SI) Tingkat Kabupaten Gorontalo Tahun 2019.

Kegiatan tersebut berlangsung di ruang aula lantai dua Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, yang di ikuti oleh Penyuluh dan jajaran staf pemangku kepentingan di Lingkungan Dinas Pertanian.

 Adapun yang menjadi Narasumber di kegiatan ini, terdiri beberapa unsur terkait, seperti BAPEDA, Dinas Kesehatan, Ketahanan Pangan dan Perpajakan, selasa (23/4).

Dalam kesempatan itu, waktu di mintai tangapannya, Kepala Seksi Penyuluhan Dinas Pertanian Mohamad Nasrudin Isa menyampaikan, adanya kegiatan ini dasarnya adalah sosialisasi terkait dana RED-SI.

"Tentang sosialisasi program RED-SI dari dana hibah atau pinjaman luar negeri yang di teruskan ke Pemerintah Daerah. Maka sebagai tahap awal, kami lakukan sosialisasi program, sebab kegiatan program akan berlangsung selama lima tahun. Di mulai dari tahun 2019, maka perlu adanya sosialisasi pada seluruh penyuluh dan pendamping untuk program ini," papar Mohamad Nasrudin Isa.

Ada-pun anggaran hibah yang di kucurkan selama lima tahun untuk program RED-SI 20 Miliar. Dan nanti-nya akan di sosialisasikan di setiap kecamatan, khusus pada kelompok tani dan penyuluh.

" Untuk tahun 2019 ada 3 miliar, jadi setiap tahun kita melakukan perencanaan. Dan nanti sosialisasi untuk masyarakat petani kami lakukan di setiap kecamatan, sebab sasaran program ini adalah kelompok tani. Maka mulai besok, kami akan turun ke setiap kecamatan, tapi kegiatan untuk hari ini masih dengan unsur terkait," tutur Muhammad Nasrudin Isa.

Secara terpisah waktu di temui di ruang kerjanya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Rahmat Pomalingo menyampaikan, Program RED-SI di tahap awal fokus pada peningkatan kapasitas.

Program demikian baru pertama dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo, namun di beberapa daerah RED-SI itu sukses. Kenapa begitu, karena RED-SI ini anggaran-nya begitu besar. Apalagi di berikan dalam bentuk hibah,sebagai wujud kerja sama dengan IFAT. Maka mulai tahun ini di Kabupaten Gorontalo sudah mulai jalan tahap awal-nya. Tapi masih peningkatan kapasitas dan sosialisasi  untuk Penyuluh dan Kelompok Tani.

Lanjut Kepala Dinas Pertanian, Rahmat Pomalingo menambahkan, dengan adanya program RED-SI Sumber Daya manusia Penyuluh dan Petani akan meningkat.

" Kami bersyukur adanya program RED-SI ini, dimana para petani kita,sumber daya manusianya masih rendah. Dengan adanya program ini, penyuluh dan petani akan meningkat kapasitas-nya. Walaupun baru beberapa kecamatan dan desa serta kelompok yang mendapatkan penguatan dari RED-SI ," ungkap Rahmat Pomalingo.

Untuk itu, melalui bantuan dana hibah yang di kuncurkan, setidak-ny akan ber-dampak terhadap peningkatan kapasitas Penyuluh dan Kelompok Tani yang ada didaerah.

"Supaya program-program yang masuk ke petani bisa tepat sasaran. Karena sumber daya manusia ini sangat penting sekali, sebab bisa berdampak signifikan terhadap kualitas hasil pertanian," jelas Rahmat Pomalingo.***