Ismail Alulu Sosialisasi Perda Nomor 4 Tahun 2020 (Prokes) di Paguat 

Ismail Alulu Sosialisasi Perda Nomor 4 Tahun 2020 (Prokes) di Paguat 

GOSULUT.ID - Salah satu Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Ismail Alulu melaksanakan Sosialisasi Perda Nomor 4 Tahun 2020  tentang Penerapan Disiplin dan Penegakkan Hukum Protokol Kesehatan (Prokes) dalam upaya pencegahan dan pengendalian cowonya virus disease 2019, bertempat di Desa Buhu Kecamatan Paguat Kabupaten Pohuwato, Sabtu (20/11/2021).

"Tujuan ditetapkannya periksa ini agar masyarakat disiplin dalam menerapkan Prokes dengan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak," ungkapnya dihadapan warga.
 
Aleg PAN ini mengatakan, bagi pelaku usaha dan penyelenggara kegiatan wajib melakukan pembersihan dan disinfeksi tempat pelaksanaan kegiatan.

"Yakni, menyediakan fasilitas tempat cuci tangan, mengecek suhu tubuh seluruh pengunjung, memasang media informasi terkait penerapan kesehatan, serta melakukan pembatasa. jarak fisik paling kurang satu meter," sambungnya. 

Ismail mengingatkan, setiap orang yang melanggar kewajiban dikenakan sanksi administratif berupa teguran lisan, tertulis, kerja sosial dengan membersihkan fasilitas umum, dan denda administrasi sebesar Rp 150 ribu.

"Pelaku usaha, pengelola penyelenggara dan penanggung jawab kegiatan yang tidak melaksanakan kewajiban penerapan prokes akan dikenakan sanksi berupa teguran lisan, tertulis, denda administratif sebesar Rp 500 ribu, pembubaran kegiatan, penghentian sementara izin, atau pencabutan izin,"Tegasnya.

Anggota Komisi 3 melanjutkan, guna efektifnya pelaksanaan perda, kiranya pihak-pihak terkait yakni: Satpoll-PP Provinsi dan Kabupaten Kota, unsur TNI dan Polri secara bersama-sama saling berkoordinasi dan bersinergi melaksanakan seluruh ketentuan yang diatur dalam perda nomor 4 tahun 2020.

Perda ini menjadi pedoman permen dan kabupaten/kota untuk mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan prokes. Diharapkan dengan penerapan perda pandemi covid-19 bisa diatasi secara bersama.
 
"Tujuan akhir dari penerapan perda ini, dimasyarakat adalah perubahan perilaku yang akan didorong menjadi kesadaran untuk berperilaku pola hidup bersih dan sehat sebagai pemutus mata rantai penularan covid-19," tandas Ismail.***