Ini Kronologi Seorang Warga Desa Sari Murni yang Hanyut di Sungai Malango

Ini Kronologi Seorang Warga Desa Sari Murni yang Hanyut di Sungai Malango

GOSULUT.ID - Pada hari Senin (22/05/2022) sekitar pukul 09.00 wita personil Polsek Lemito memonitoring perkembangan informasi dari masyarakat Desa Lembah Permai yang melaporkan adanya salah satu warga Desa Sari Murni diduga hanyut terbawa arus Sungai Malango di terjun 1 Desa Lembah Permai, Kecamatan Wanggarasi. Korban diperkirakan hilang pada hari Sabtu (21/05).

Sesuai dengan penjelasan Kapolsek Lemito,Iptu Yusril Kiayi,SH Diketahui Indentitas Korban bernama Sugianto (40) bekerja sebagai tani berasal dari Desa Sari Murni, Kecamatan Randangan. 

Adapun Kronologis kejadian menurut keterangan ke - 3 saksi yakni bernama Samuel Kakuese, Yansen Kakuese, Alfred Lolaro yang berasal dari Desa Bohusami, Kecamatan Wanggarasi. Bahwa pada hari Sabtu (14/05), korban dengan ketiga temannya berangkat kehutan untuk mencari binatang buruan, setelah 1 minggu dihutan korban berhasil mendapatkan hasil jeratan yaitu 6 ekor babi hutan dan 1 ekor anoa.

Dengan adanya hasil jeratan tersebut korban kemudian pada hari Sabtu (21/05) berpamitan pulang terlebih dahulu kepada ketiga temannya. Karena korban merasa hasil tangkapannya sudah banyak dan akan membusuk jika tidak segera dijual kepenampung.

Ia saat itu membuat rakit dari bambu dan dialas dengan ban dalam mobil (benan) dan hasil tangkapannya diletakan diatas rakit. Namun, korban saat itu sempat dilarang oleh ketiga temannya. Karena mereka melihat kondisi air sungai Malango saat itu sangat deras (banjir). Namun, korban tetap pada pendiriannya untuk turun ke kampung.

Sekitar pukul 14.00 wita tepatnya di Desa Lembah Permai lk. Kadu yang saat itu sedang berada di sungai melihat ada rakit  hanyut, seketika melihat hal tersebut ia berteriak minta tolong untuk menarik rakit tersebut. Namun, karena tidak ada orang dirinya pun kemudian menelpon lk. Soni yang berada di Desa Malango untuk memberitahukan, bahwa ada rakit yang hanyut.

Lk. Soni mendapat informasi tersebut langsung segera mencari bantuan untuk mencegat rakit tersebut di wilayah bantaran sungai Desa Malango dan ia pun berhasil menarik rakit itu serta menemukan hasil buruan sebanyak 5 ekor babi hutan dan 1 ekor anoa yang sudah mati.

Pada hari Minggu (22/05) sekitar pukul 12.00 wita ketiga teman korban sedang menyusuri sungai Malango dengan menggunakan rakit dan saat itu mereka melihat lk. Aman serta langsung menanyakan, bahwa pada hari sabtu (21/05) ada rakit yang hanyut itu milik siapa. Ketiga orang tersebut mengagakan, bahwa pada hari Sabtu pagi lk. Anto (korban) berpamitan kepada mereka untuk pulang terlebih dahulu, karena hasil tangkapannya sudah banyak dan salah satu dari tiga temannya itu langsung berlari menuju ketempat penyimpanan kendaraan roda dua untuk melihat keberadaan motor korban. Namun, didapati saat itu kendaraan kawannya yang hanyut itu masih berada di lokasi.

Saat itu ketiga teman korban memastikan bahwa rakit yang hanyut tersebut benar milik korban lk.Anto dimana ciri-ciri ban dalam (benen) yang ditemukan bagian pentilnya dipotong oleh lk.anto.

Pada hari Senin (23/05) sekitar pukul 08.00 wita pihak keluarga dan masyarakat Desa Lembah Permai dan Desa Panca Karsa I mulai melakukan pencarian korban dengan menelusuri sungai Malango tempat pertama kali korban dinyatakan hilang. 

Alhasil sekitar pukul 09.00 wita masyarakat yang melakukan pencarian menemukan tas korban tepatnya di Terjun 1 Desa Lembah Permai ditepuan aliran sungai. Setelah dilakukan pemeriksaan didapati Barang milik korban yakni berupa :
1. Uang sebesar Rp 2.836.000 ribu rupiah
2. Senter 
3. Kaos kaki
4. Tempat nasi
5. Celana dalam 

Bahwa dugaan sementara korban terjatuh dan terbawa arus sungai, hal itu dikarenakan sesuai dengan keterangan saksi pada saat korban berpamitan untuk turun. Namun, arus air saat itu sangat besar (banjir), sehingga tidak menutup kemungkinan korban hanyut terbawa arus sungai Malango. 

Saat ini pihak dari Basarnas Kabupaten Pohuwato telah tiba di Desa Lembah Permai dan rencananya akan melakukan pencarian hari ini bersama dengan pihak keluarga serta masyarakat.

Kuat dugaan rakit yang ditumpangi korban terbalik dan tidak mampu mengimbangi beban muatan ditambah lagi dengan arus air sungai malango saat korban turun sangat deras (banjir). Diperkirakan korban terjatuh dari atas rakit dan hanyut terbawah arus air sungai malango yang saat itu dalam kondisi banjir.

Personil Polsek Lemito Bripka Andi Ikmal dan Briptu Riswanto M. Padang mendapat laporan dari masyarakat dan langsung turun ke TKP di Desa Lembah Permai pada hari Minggu sekitar pukul 10.00 wita.

Basarnas Kabupaten Pohuwato saat ini juga sedang melakukan penyisiran di sungai Malango mencari keberadaan korban.

Barang bukti milik korban yang tinggal dilahan orang yakni 1 unit motor Honda revo. sampai dengan sekarang korban belum ditemukan dan dilanjutkan pencarian pada besok hari.***