"HUT ke - 21 Gorontalo", Menjadi Pidato Terakhir Gubernur Rusli Habibie

"HUT ke - 21 Gorontalo", Menjadi Pidato Terakhir Gubernur Rusli Habibie

GOSULUT.ID - GORONTALO

Rapat paripurna yang berlangsung secara virtual, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (RH) berkesempatan menyampaikan pidato terakhirnya dalam rapat paripurna istimewa dalam rangka HUT Provinsi Gorontalo ke-21, Senin (6/12/2021) dari Aula Rujab Gubernur.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi oleh Ketua TPKK Idah Syahidah, Sekdaprov Darda Daraba dan sebagian pimpinan OPD. Dan Wakil Gubernur Idris Rahim, Unsur forkopimda dan instansi vertikal menyaksikan melalui aplikasi zoom audio visual. Sementara 45 pimpinan dan anggota DPRD melaksanakan paripurna di Gedung DPRD.

Peringatan HUT Provinsi Gorontalo ke 21 tahun 2021 ini, merupakan yang terakhir massa kepemimpinan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama Wakil Gubernur Idris Rahim. 

Dalam pidatonya selain menyampaikan kondisi Provinsi Gorontalo selama lima tahun terakhir, Rusli terlebih dahulu mengucapkan terimakasih dan permintaan maaf kepada semua rekan-rekan DPRD, teman-teman OPD dan seluruh masyarakat Provinsi Gorontalo, yang selama ini telah membantunya untuk mencapai visi-misi pembangunan Provinsi Gorontalo.

“Atas nama pribadi dan keluarga, apabila selama 10 tahun sejak kepemimpinan pertama saya sebagai gubernur dan pak wagub Idris Rahim, ada hal- hal yang kurang menyenangkan, hal-hal yang menyinggung perasaan, hal- hal yang bertolak belakang dengan keinginan bapak ibu atau masyarakat sekalian, saya dan pak Idris memohonkan maaf yang sebesar-besarnya, terutama kepada 1,2 juta masyarakat Gorontalo yang mempercayakan saya dengan pak Idris memimpin Gorontalo. Dan terimakasih untuk kerja keras kita semua selama ini untuk terus membangun Provinsi Gorontalo,” ujar RH.

Gubernur kemudian melanjutkan dengan capaian provinsi Gorontalo. Rusli menyebutkan selama kepemimpinan NKRI (slogan Nyata Karya Rusli-Idris) 10 tahun, dua tahun terakhir di masa pandemi ini menjadi yang terberat.Tetapi ini menjadi tantangan yang luar biasa dalam mewarnai penyelenggaraan pembangunan di daerah, karena secara makro dalam kurun waktu satu dekade menunjukan kinerja yang signifikan.

Dicontohkan Rusli Habibie yang menunjukan kinerja signifikan seperti indeks pembangunan manusia di tahun 2012 sebesar 64,16 point dan di tahun 2021 mencapai 69,00 point. Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Gorontalo selama 10 tahun terakhir berada di atas rata-rata nasional yaitu di atas 6 persen. Meskipun di tahun 2020 mengalami pelambatan, tapi pada triwulan III tahun 2021 tumbuh positif mencapai 3,04 persen, dan masih banyak lagi.

“Intinya good governance. Kami terus mendorong, dan konsisten terselenggaranya kepemerintahan yang baik. Terbukti dengan pengelolaan keuangan daerah dengan mendapat predikat WTP selama sembilan tahun berturut-turut dan penilaian hasil akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sampai dengan tahun 2020 mencapai 68,05 persen dengan kategori B,” tuturnya.

Akhir pidato Rusli ditutup dengan terus berpesan penanganan covid-19 yang memang belum usai. Semua pihak diminta tetap bergandengan tangan dan merapatkan barisan untuk memutus mata rantai penularan virus mematikan ini.

Untuk itu, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Paris R.A Yusuf menilai Provinsi Gorontalo sejak dibentuk hingga sekarang banyak mengalami kemajuan. Tapi di tahun 2021 ini semua peningkatan pembangunan di Provinsi Gorontalo mengalami perlambatan karena Gorontalo termasuk salah satu provinsi yang terdampak oleh pandemi covid 19. Sehingga sebagian besar sumber pembangunan yang dimiliki dialih fungsikan untuk pencegahan terjadinya virus secara luas, namun geliat pembangunan diberbagai sektor tetap dilaksanakan

“Pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo terus membaik dimana tahun 2001 sebesar 5,55 % , tahun 2016 naik 6,52 %, tahun 2017 sebesar 6,74 %, tahun 2018 jadi 7,25 %, serta tahun 2019 sebesar 6.41%. Namun di tahun 2020 sebagaimana diketahui bersama perekonomian nasional mengalami resesi (slowdown) yang berdampak didaerah-daerah hingga ke Provinsi Gorontalo. Akibatnya pada triwulan III turun 0,02 %. Namun lebih daripada itu banyak penghargaan yang berhasil diraih,” tambahnya.***