GP Ansor Provinsi Gorontalo Lakukan PKL 2021

GP Ansor Provinsi Gorontalo Lakukan PKL 2021

GORONTALO (GS) -
Kegiatan pelatihan kepemimpinan Gerakan Pemuda Ansor (GP) Propinsi Gorontalo dibuka Langsung oleh ketua Umum melalui sekertaris Jendral PP GP ANSOR Abdul Rochman melalui Daring, Jum,at (09/07/2021).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor wilayah kementrian Agama  Propinsi Gorontalo, Dr.Hi.Syarifudin Baderung M.Ag Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama Propinsi Gorontalo Dr.Hi.Zulkarnain Suleman M.Hi ,Dir Intelkam Polda Gorontalo, Perwakilan Dandrem, Pengurus PW, DPC, PAC GP Ansor se Provinsi Gorontalo.

Dalam sambutannya
Kepala Kantor wilayah kementrian Agama  Propinsi Gorontalo, Dr. Hi.Syarifudin Baderung M.Ag mengatakan, kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) 2021 yang dilaksanakan selama 3 hari guna mendapatkan kader- kader yang  dapat berkibar dimasa yang akan datang sebagai pemimpin di GP Ansor, Banser ataupun di Nahdatul Ulama. 

"Untuk itu, kegiatan Pelatihan Kepemimpinan lanjutan(PKL) Wajib dilakukan Sebab Banser atau Ansor merupakan Lembaga Terbesar Diindonesia dan sebagai Banser Wajib Mempertahankan Kedulatan Bangsa Indonesia, sehingganya Peserta berhak diberikan Pelatihan sebagai Kader Kader yang akan menjadi Pemimpin Di Masa Akan Datang," katanya.

Setelah kegiatan, Ketua PW GP Ansor Gorontalo, Risan Pakaya, SH.I, saat di wawancarai menambahkan,  bahwa PKL Gerakan Pemuda Ansor ini adalah amanah organisasi yang mesti dilaksanakan diseluruh Wilayah Indonesia khususnya sekarang di Provinsi Gorontalo. 

“ PKL ini menggagas sebuah tema "membumikan Moderasi Beragama Dari Gorontalo Untuk indonesia." Ke-60 peserta akan diberikan materi tentang ke Ansoran, dan akan diisi dengan bagaimana mereka bisa mengejahwantah untuk mencintai ulama, dan bisa memaknai dirinya sebagai Gerakan Pemuda Ansor Yang Lahir Dari Nahdlatul Ulama,” tambahnya.

"Kegiatan PKL ini dilaksanakan, selama tiga hari kedepan dengan mengutamakan Protokol Kesehatan. Bahkan peserta harus menunjukan kartu tanda sudah di vaksin," tuturnya.***