Film Wanalathi Mengeksplor Potensi Alam dan Wisata Gorontalo 

Film Wanalathi Mengeksplor Potensi Alam dan Wisata Gorontalo 

GOSULUT.ID - Film Wanalathi (hutan setan) produksi Dwisetyo Production akan tayang di seluruh bioskop mulai tanggal 11 Agustus 2022.

Film ber-genre drama horor ini bercerita petualangan mengerikan delapan anak muda Akbar, Jessica, Nina, Arini, Gery, Rara, Hanna dan Ical saat mengisi liburan di sebuah hutan yang tidak disangka akan banyak menemui peristiwa mistik dan mengerikan bahkan sampai merenggut nyawa mereka.

"Film ini mengangkat cerita tentang local wisdom di sebuah wilayah sekitar Gorontalo, mengambil lokasi shooting di dalam hutan yang berada di Kabupaten Gorontalo dan Bone bolango. Ada 5 kawasan hutan yang jadi lokasi syuting diantaranya, di area gunung potong atau kawasan sekitar GORR, PPN (puncak penghijauan nasional) di bongohulawa, Kecamatan Limboto, Desa Dumati Telaga, dan di Suwawa Bone Bolango," ungkap produser Benny Rumambie, saat menggelar Meet And Greet film Wanalathi, Minggu (7/8/2022).

Ide cerita film datang dari putri tercinta sang produser, Ayu Rumambie yang melihat  di alam astral ada roh jahat yang bersemayam pada bunga teratai biru, kemudian ini diangkat menjadi sebuah film.

Wanalathi berupaya mengangkat pesan bahwa Gorontalo memiliki potensi alam dan budaya yang sebenarnya belum tergali, sehingga film ini turut mengeksplore sejumlah lokasi atau destinasi wisata.

"Melalui film ini memberi masukan kepada kita bahwa tempat-tempat yang kita datangi dan memiliki pesona alam indah harus dijaga dan dirawat bukan malah dirusak, termasuk juga mengangkat alat musik tradisional seperti Polopalo yang dianggap alat pemanggil setan padahal itu hanya mitos," sambungnya.

Salah satu aktor Jho Rizki yang berperan sebagai Akbar mengakui bahwa provinsi gorontalo memiliki potensi yang sangat luar biasa baik dari para pemeran film yang sebagian besar melibatkan artis lokal dan hal utama lainnya adalah pariwisata.

"Ternyata banyak destinasi wisata di Gorontalo yang sebenarnya belum tergali dan terekspose, jiwa-jiwa seni juga sangat luar biasa. Saya berharap melalui film ini segala potensi ini bisa dikembangkan demi majunya pariwisata dan dunia perfilman kita," tandasnya.