Doakan Agar Pemimpin Zolim Dihukum, Ghalieb : Bisa Jadi Saat Ini Justru Adhan Tengah Menjalani Hukuman Itu

Doakan Agar Pemimpin Zolim Dihukum, Ghalieb : Bisa Jadi Saat Ini Justru Adhan Tengah Menjalani Hukuman Itu

GOSULUT.ID - Ketua Angkatan Muda Partai Golkar AMPG Provinsi Gorontalo, Ghalieb Lahidjun, dalam press release yang masuk di WhatsApp Redaksi GOSULUT.ID, terkait tanggapan  pernyataan anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Adhan Dambea yang mendoakan agar Rusli Habibie dan para pemimpin zolim mendapat hukuman dari Allah SWT, Menyampaikan agar Adhan Dambea tidak perlu repot-repot mendoakan keburukan orang lain, karena sistem kerja malaikat untuk mencatat setiap perbuatan baik dan buruk itu sudah jelas dan teliti, sehingga bukan saja dosa para pemimpin zolim yang tercatat rapi, tapi juga dosa saya bahkan juga dosa Adhan Dambea sendiri ungkap Ghalieb.

Foto : Pengurus AMPG Provinsi Gorontalo saat foto bersama mantan sespri Adhan Dambea.

Tak hanya itu tambah Ghalieb, begitu juga balasan terhadap perbuatan dosa kita pasti sudah disiapkan oleh Allah SWT baik didunia maupun di akhirat kelak, jadi tak perlu didikte seperti itu, justru kita sebagai sesama manusia mari sama-sama saling mendoakan kebaikan bagi sesama.

Masih menurut Ghalieb yang saat ini menjabat Wakil Ketua Bidang Pemuda DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo ini, bahwa dirinya merasa lucu dengan Adhan Dambea yang mengumbar pernyataan dimedia bahwa pemimpin zolim pasti akan mendapat balasan,  lucu bukan karena pemimpin zolim yang akan mendapat balasan, sebap itu sebuah konsep teologis yang memang pasti akan berlaku bagi semua umat manusia, tapi yang membuat saya ingin tertawa adalah Adhan lupa bahwa dirinya juga dulu pernah menjabat sebagai walikota Gorontalo, yang kepemimpinannya juga banyak dikritik orang di berbagai bidang, sehingga jangan-jangan saat ini justru dirinyalah (Adhan Dambea.red) yang tengah menjalani hukuman atas kemungkinan kezoliman kepemimpinan yang dia lakukan dulu, ungkap Ghalieb sambil tersenyum, coba di rasa-rasa dulu saat ini di usia yang sudah mulai senja ini, perubahan apa yang mulai terasa, mungkin cara bicara yang mulai ngaur dan tak karuan, mungkin badan sepertinya mulai lemah tak sekuat dulu, ingatan mungkin mulai berkurang sehingga mulai lupa dengan perilaku dulu, dan lain sebagainya, bisa jadi itu adalah bagian dari hukuman Allah SWT, walaupun mungkin masih sebatas panjar alias pemanasan. ungkap Ghalieb tersenyum.

Terakhir Ghalieb mengingatkan agar didunia demokrasi seperti saat ini ayo kita saling mengkritik, tapi logika bicaranya agar dibuat lebih rasional dan elegan tidak asal ngomong dan membicarakan keburukan pribadi orang lain yang padahal publik juga tahu bagimana kadar kesuciannya sendiri, kita harus ingat bahwa kita ini bukan hidup tanpa aib, hanya Allah SWT saja yang masih bermurah hati untuk menutupi aib kita. Pungkas Ghalieb dengan nada serius.***