Diduga Penganiayaan Wartawan BMR Terjadi Lagi, Kapolres Kotamobagu : Prosesnya Naik Sidik

Diduga Penganiayaan  Wartawan BMR Terjadi Lagi, Kapolres Kotamobagu : Prosesnya Naik Sidik

KOTAMOBAGU (GS) - Proses kasus Dugaan Tindak Pidana yang dilakukan oleh BKM, Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Kotamobagu terhadap Rony Bonde wartawan lokal BMR terus bergulir.

Siang tadi Kamis (22/4/2021) Rony nampak memenuhi panggilan penyidik Polres Kotamobagu untuk memberikan keterangan tambahan terkait kasus tersebut.

"Ya tadi saya datang untuk memberikan keterangan tambahan terkait kasus itu. Saya berharap proses ini bisa berjalan dengan baik dan cepat selesai."ungkap Rony.

Meski terkesan lambat namun penanganan kasus  itu kata Rony dinilai sangat profesional. "Sejau ini saya melihat Penyidik sangat profesional dalam kasus ini. Tadi saya mendengar, katanya dalam waktu dekat akan dilakukan gelar perkara. Itu patut diapresiasi."tambahnya.

Sementara itu Kapolres Kotamobagu saat dihubungi mengatakan pihaknya telah memanggil pelapor dan terlapor serta sejumlah saksi yang terkait dengan persoalan itu, dan kini kasus tersebut siap untuk naik sidik.

"Sudah dipanggil yang bersangkutan, saksi-saksi dan juga terlapor, tinggal naik sidik"jelas Kapolres  singkat.

Berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum, diduga telah terjadi penganiyayaan dilakukan oleh BKM Oknum ASN di Kota Kotamobagu kepada Rony Bonde salah satu wartawan media lokal BMR dengan cara pada saat dirinya akan mengambil gambar pasien meninggal dunia diduga positif covid-19, yang diambil paksa oleh keluarga pasien, tiba-tiba terlapor memukul Rony dengan tangan terkepal lebih dari satu kali, dan mengenai dibagian mata sebelah kiri. Dan keluarga terlapor lainnya merampas HP merk Xiaomi M3 warna putih milik pelapor.

Akibat dari kejadian tersebut pelapor mengalami lebam pada mata sebelah kiri dan kerugian  kurang lebih Rp. 4.300.000.

Merasa keberatan dengan kejadian tersebut akhirnya Rony melaporkan BKM ke Polres Kotamobagu untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.****