Deprov Gelar Paripurna Ke 45, Penyampaian LKPJ Gubernur Tahun 2020

Deprov Gelar Paripurna Ke 45, Penyampaian LKPJ Gubernur Tahun 2020

GOSULUT.ID - Bertepatan dengan hari ke 7 bulan suci Ramadhan 1442 H, DPRD Provinsi Gorontalo periode 2019-2024 menggelar Paripurna yang ke 45, yakni Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Gubernur Gorontalo tahun 2020, Senin (19/04/2021).

Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Paris RA Jusuf saat memimpin sidang menyampaikan, LKPJ Kepala Daerah telah diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 69 Ayat 1, Pasal 71 Ayat 2.

Lebih lanjut dikatakan, pada PP Nomor 13 tahun 2019 pasal 19 ayat 1 bahwa kepala daerah menyampaikan LKPJ kepada DPRD dalam rapat Paripurna yang dilakukan satu kali dalam setahun paling lambat 3 bukan setelah tahun abg5 berakhir.

"Kemudian pembahasan LKPJ Gubernur, telah kita atur pada peraturan DPRD Provinsi Gorontalo Nomor 1 tahun 2018 tentang Tata Tertib DPRD pasal 167 sampai dengan pasal 172," sambung Paris.

Dalam sambutan Gubernur Gorontalo yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim menyampaikan, selain sebagai dokumen evaluasi kerja, LKPJ Gubernur tahun 2020 juga memuat arah kebijakan pembangunan daerah beserta realisasi target dan sasaran pembangunan. 

"Di mana kinerja pembangunan untuk tahun 2020 diarahkan untuk mendorong pembangunan sosial ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, yang didukung pemerataan infrastruktur dan peningkatan sumber daya manusia," jelasnya.

Ia menyampaikan, tahun 2020 ekonomi Gorontalo melambat minus 0,02 persen. Hal ini diakibatkan merebaknya wabah virus covid-19. Sehingga berbagai kebijakan dikeluarkan oleh pemerintah.

"Diantaranya kebijakan social distancing, PSBB sebagai langkah strategis dalam memutus mata rantai covid-19, hingga recofusing anggaran berpengaruh signifikan terhadap perkekonomian daerah maupun nasional,” kata Idris.

Mantan Sekda Provinsi Gorontalo ini menambahkan, APBD Provinsi Gorontalo tahun 2020 sebesar Rp1,86 trilyun pun mengalami penurunan sebesar 4,62 persen. Penurunan APBD ini juga dipengaruhi oleh tidak maksimalnya sumber-sumber pandapatan daerah, salah satunya diakibatkan oleh pandemi covid-19.

"Namun Provinsi Gorontalo patut sedikit berbangga, bahwa ekonomi Gorontalo masih diatas rata-rata nasional dan masih berada di posisi atau urutan ke lima tertinggi secara nasional,” pungkasnya.