"Demi Kepentingan Rakyat" Gubernur Gorontalo Lakukan Karantina Mandiri 

"Demi Kepentingan Rakyat" Gubernur Gorontalo Lakukan Karantina Mandiri 

GORONTALO – Beberapa akun media sosial, publik membandingkan isolasi mandiri Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (RH) dalam pernyataannya yang mewajibkan warga isolasi terpusat di fasilitas yang dibiayai pemerintah.

Terkait hal itu, Pemerintah Provinsi Gorontalo meluruskan perspektif publik soal karantina mandiri yang dijalani Gubernur Gorontalo.

Menurut Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Masran Rauf menjelaskan, isolasi mandiri Gubernur Gorontalo Rusli Habibie tidak terlepas dari tugas dan tanggungjawabnya sebagai gubernur. RH tidak ingin “berlibur” 10 hari di hotel. Karena, tugas sebagai seorang pemimpin itu, bagaimana memikirkan nasib rakyat. Contohnya nasib tenaga kesehatan yang insentifnya belum terbayarkan di kabupaten/kota.

“Jika beliau hanya ingin bersikap acuh dengan kondisi pandemi, mungkin beliau sudah isolasi terpusat di hotel. Berlibur begitu ya, tapi beliau tidak ingin seperti itu. Bahkan di masa isolasi hampir setiap hari memimpin rapat secara daring mencari solusi persoalan penanganan covid-19 di daerah. Jadi, niat tulus seorang Gubernur Gorontalo harus dipahami masyarakat,” jelas Masran Rauf.

Apalagi dalam pemilihan isolasi mandiri, telah melalui pemeriksaan dan rekomendasi tim dokter. Bahkan jabatan dan aktivitas Gubernur RH sebagai kepala daerah juga akan menyulitkan tim pengamanan dan protokoler jika harus dilakukan di hotel tempat karantina.

Terpaparnya Gubernur Gorontalo Covid 19, pada Jumat pekan lalu, masih memimpin rapat secara daring dengan pimpinan OPD, Forkopimda dan Kabupaten/Kota. Rapat untuk mengevaluasi efektivitas pelaksanaan PPKM Mikro.

Sabtu keesokan harinya ia memimpin rapat secara daring dengan puskesmas dan dinas kesehatan kabupaten/kota, BPOM dan Satgas Covid-19. Rapat untuk mengecek insentif pembayaran nakes yang belum cair dan pengiriman sampel swab PCR ke BPOM yang masih lambat di tingkat fasilitas kesehatan.

Senin pekan ini menghadiri paripurna DPRD secara daring. Selasa, Rusli juga memimpin rapat daring dengan pimpinan OPD mengecek berbagai program yang ada. Salah satunya yang menjadi sorotan beliau tentang nasib 19 ribu UMKM Gorontalo yang dilaporkan gulung tikar selama pandemi covid-19.

“Bisa dibayangkan bagaimana seorang gubernur yang karena jabatannya harus karantina di hotel. Bagaimana mobilisasi satuan pengamanan, ajudan, protokoler dan sebagainya. Bisa bisa yang tidak positif ikut positif, yang lagi karantina juga bisa merasa tidak nyaman,” tuturnya.

Publik diminta tidak membandingkan antara pernyataan gubernur tentang kewajiban isolasi terpusat warga dengan isolasi mandiri. Keduanya memiliki tujuan yang mulia untuk menjaga dan melindungi warga dari penularan covid-19 semakin masif.

Selain bisa beristirahat dengan baik, pasien juga diberi makanan dan obat secara teratur agar kondisinya bisa dipantau setiap hari. Semua fasilitas diberikan secara gratis dan diawasi oleh tim medis.

“Jadi sekali lagi tujuan Pak Gubernur baik. Ini bukan soal diri beliau sendiri, tapi soal nasib masyarakatnya yang harus tetap dipikirkan dan dilayani,” tutupnya.***