BNNK Bone Bolango War On Drugs, Gelar Bimtek Penggiat P4GN di Dunia Usaha

BNNK Bone Bolango War On Drugs, Gelar Bimtek Penggiat P4GN di Dunia Usaha

GOSULUT.ID - Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bone Bolango menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi penggiat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di dunia usaha, Rabu (09/06/2021).

Kepala BNNK Bone Bolango, Rakhma Hubu, S.Pd., MH saat membuka kegiatan dalam sambutannya menyampaikan, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh BNN angka prevelensi penyalahgunaan narkoba pada tahun 2019 sebesar 1,80 persen atau setara 3.419.188 orang.

"Khusus di Provinsi Gorontalo pada triwulan 1 tahun 2020, kasus narkotika sebesar 49 kasus dengan 71 tersangka," sambungnya.

Dikatakan, sebagai aparat yang bersinggungan langsung dengan masyarakat, tentu sangat menginginkan masyarkat memiliki tingkat kehidupan yang lebih baik.

"Sesuai dengan branding BNN "War On Drugs Untuk Hidup 100 Persen Di Era New Normal Dengan Sadar, Sehat, Produktif dan Bahagia," imbuhnya.

Menurut mantan Kepala BNN Kota Gorontalo itu, tidak bisa dipungkiri penyalahgunaan narkotika maupun zat adiktif seperti penyalahgunaan lem, iabt daftar G (obat keras), semakin marak terjadi khususnya di kalangan generasi muda yang notabene merupakan generasi penerus bangsa.

Sebagai langkah strategis lanjut dia, BNN dalam perang melawan narkoba melalui tiga strategi: Demand Reduction berupa aktifitas pencegahan agar masyarakat memiliki ketahanan diri dan imun terhadap penyalahgunaan narkotika. Kemudian Strategi Supply Reduction, yakni tegas dan terukur dalam menangani sindikat narkotika. Rehabilitasi bagi para pecandu dan penyalahguna narkotika serta zat adiktif.

Rakhma menjelaskan, salah satu langkah strategis yang di lakukan oleh BNN dengan misi menyelamatkan generasi bangsa dengan tidak terlibat kedalam penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yaitu dengan meningkatkan ketahanan diri yang dimulai ditingkat bawah, salah satunya dengan meningkatkan pengawasan diberbagai lining sektor.

Lebih lanjut dikatakan, keterlibatan dunia usaha sangat dibutuhkan, ini sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 35 Tahun 2019 yang secara khusus mengatur tentang peran serta masyarakat dalam penanganan masalah narkoba. Hal tersebut dapat dilihat dalam Bab XIII Pasal 104 sampai dengan Pasal 108 UU Narkotika nomor 35 tahun 2009.

Ia menuturkan, hal tersebut membuktikan bahwa permasalahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba adalah masalah sangat kompleks sehingga harus ditangani oleh seluruh masyarakat sesuai dengan perannya masing-masing.

"Salah satunya adalah pembentukan dan pembekalan penggiat P4GN dilingkungan pekerja swasta yang dilaksanakan pada hari ini," tuturnya.

Dijelaskan, dari kegiatan ini penggiat diberi pengetahuan dan pemahaman tentang narkoba dari berbagai aspek, mulai dari pencegahan, pemulihan atau rehabilitasi, hingga perspektif hukum terhadap tindak pidana narkotika.

"Hal ini bertujuan agar penggiat P4GN menjadi perpanjangan tangan BNN yang berfungsi sebagai penyuluh, konsultan, pendamping, penggalqng, dan fasilitator di lingkungannya masing-masing," jelasnya.

Rakhma berharap, kegiatan dalam melawan narkoba tidak hanya sampai hari ini, tapi akan berlanjut demi mencapai hidup 100 persen, yaitu sadar, sehat, produktif dan bahagia.

"Semoga kita bisa menjadi agen Of Change Minimal dilingkungan kerja maupun keluarga " tutupnya.