BKKBN Gorontalo Gelar Sosialisasi Pembangunan Keluarga, Penguatan Peran Mitra Kerja dan Stakeholder

BKKBN Gorontalo Gelar Sosialisasi Pembangunan Keluarga, Penguatan Peran Mitra Kerja dan Stakeholder

GOSULUT.ID - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan Sosialisasi Pembangunan keluarga dalam rangka penguatan peran serta mitra kerja dan stakeholder, Jumat (11/06/2021).

Sosialisasi ini di buka Wakil Gubernur Gorontalo, Dr. Idris Rahim, MM dengan menghadirkan dua narasumber, yaitu Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafirah dan Penyuluh KB Ahli Utama BKKBN RI, Nofrijal.

Wagub menyampaikan, saat ini  pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) telah diimplementasikan dengan baik di Gorontalo.

"Indikator keberhasilan Bangga Kencana ini terlihat dari hasil Sensus Penduduk tahun 2020 di mana terjadi perlambatan laju pertumbuhan penduduk Gorontalo sebesar 1,10 persen,” sambungnya.

Idris menyampaikan, ia menaruh harapan besar kepada seluruh jajaran Perwakilan BKKN Gorontalo. 231 Penyuluh Keluarga Berencana bersama 3.430 kadernya yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo diharapkan mampu memberdayakan masyarakat dan menggerakkan segala sumber daya yang ada untuk mencegah kelahiran bayi stunting.

Dikatakan, para penyuluh dan kader ini tidak bisa bekerja sendiri. Seluruh mitra kerja BKKBN mulai dari tokoh agama, tokoh adat, masyarakat, 

"Bahkan sektor swasta yang terlibat secara aktif untuk mewujudkan pembangunan keluarga berkualitas bebas stunting,” tandasnya.

Sementara itu Penyuluh KB Ahli Utama BKKBN RI, Nofrijal kepada wartawan menyampaikan, program bangga kencana harus melibatkan peran serta seluruh stakeholder terutama dengan anggota legislatif, baik di DPR RI dan DPRD provinsi dan Kabupaten Kota.

Menurutnya, politisi sangat efektif dalam menyampaikan dan mensosialisasikan program BKKBN kepada masyarakat. Terutama politisi yang duduk sebagai anggota dewan, dapat menjadi corong untuk menyampaikan kepada masyarakat dan konstituennya seperti sosialisasi penanganan dan penanggulangan masalah stunting.

"Saya berharap melalui kegiatan ini dapat terbangun visi dan komitmen bersama antara pemerintah, politisi, dan masyarakat
dalam penanganan penanggulangan masalah kependudukan," pungkasnya.