"BICARA DISEMINASI TERTIBKAN" WARNAI HASIL MONITORING SIDANG DI KOTA GORONTALO

"BICARA DISEMINASI TERTIBKAN" WARNAI HASIL MONITORING SIDANG DI KOTA GORONTALO

GORONTALO (GS) - Perjalanan panjang Tim Monitoring Sidang SAKSI Gorontalo dari awal melakukan pemantauan sidang untuk terdakwa Apraisal yakni IB dan FS serta terdakwa AWB. Akhirnya ditutup dengan Roadshow Diseminasi Hasil Monitoring Sidang Perkara Gorontalo Outer Ring Road di Millinov Boutique Hotel Kota Gorontalo (5/7/2021). 

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan diseminasi hasil monitoring sidang yaitu Dr. Rusmulyadi, SH.MH dari  Universitas Ichsan Gorontalo dan Tim Monitoring Sidang Sekolah Anti Korupsi (SAKSI) Gorontalo yaitu Jupri, SH.MH dan Munandar Pakaya, SH. Setelah memberikan pengantar dan pandangannya, Dr. Rusmulyadi yang akrab disapa Baskoro ini menyatakan bahwa "menjadi narasumber dalam kegiatan ini merupakan suatu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yang merupakan kewajiban bagi setiap dosen untuk mengimplementasikanya yakni Pengabdian Kepada Masyarakat. Sehingga ke depan kegiatan atau forum-forum seperti ini harus selalu dilaksanakan dan diapresiasi". Ia pun melihat bahwa "perkara GORR penuh dengan informasi-informasi yang tidak sesuai dengan fakta-fakta persidangan. Sehingga sudah tepat untuk didiseminasikan hasil monitoring sidang yang dilakukan oleh Tim Monitoring Sidang SAKSI Gorontalo", tambahnya.

Dari semua narasumber diseminasi, mata peserta justru tertuju pada kaos yang digunakan Munandar Pakaya, SH. Setelah selesai kegiatan, awak media kemudian mewawancarainya langsung. Ketika ditanya apa pesan yang ingin disampaikan kepada media, Nandar mengatakan "Kaos putih bertuliskan "BICARA DISEMINASI TERTIBKAN!, merupakan pesan kritik sosial kepada siapapun pihak-pihak yang anti terhadap kebebasan untuk menyatakan pendapat. Jadi siapapun itu, ini berlaku umum. Sebab bagi kami, selaku aktivis antikorupsi, kebebasan menyatakan pendapat dijamin dalam konstitusi. Serta khusus peran serta masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi pun diatur dalam Pasal 41 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

"Diseminasi hasil monitoring sidang perkara Gorontalo Outer Ring Road yang kami lakukan ini merupakan salah satu wadah penyampaian pendapat, seyogianya tidak bisa diminta untuk ditertibkan oleh pihak manapun. Itu sama saja melanggar kebebasan berkumpul, menyatakan pendapat baik lisan maupun tulisan yang tidak lain adalah Hak Asasi Manusia", tutupnya.

Kota Gorontalo menjadi daerah terakhir yang dikunjungi oleh Sekolah Anti Korupsi (SAKSI) Gorontalo. "Terimakasih kepada masyarakat dan aktivis mulai dari kabupaten Pohuwato, Boalemo, Gorontalo Utara, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango dan Kota Gorontalo yang tetap antusias mengikuti persentase Diseminasi Hasil Monitoring Sidang Perkara Gorontalo Outer Ring Road", tutup Jupri, SH.MH dalam closing statemennya.