BI Turut Menginisiasi Gerakan Sadar Wakaf di KTI

 BI Turut Menginisiasi Gerakan Sadar Wakaf di KTI

GOSULUT.ID - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo menyelenggarakan Sharia Forum secara virtual melalui Webinar Gerakan Sadar Wakaf sebagai bagian dari Festival Ekonomi Syariah 2021 di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Kegiatan dihadiri oleh Prof. Dr. H. Mohoammad Nuh, Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia dan Dr. H. Syafrudin Baderung, S.Pd., M.Pd, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Senin (02/07/2021).

 Forum ini menghadirkan narasumber ternama yaitu Dr. Imam Teguh Saptono, Akademisi dan Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia, Dr. Lisa Listiana, S.E., M.Ak., Direktur Waqf for Indonesian Development and Studies; dan H. Arifin Agule, SE., M.Pd, Ketua Pelaksana Badan Wakaf Indonesia Gorontalo. Dr. Imam Teguh Saptono memaparkan materi tentang pengertian konsep dan hukum wakaf dan perwakadan di Indonesia. Dr. Lisa Listiana memaparkan materi terkait kelembagaan wakaf, best practice dan standardisasi perwakafan di dunia dan Indonesia, strategi pengelolaan dana wakaf yang efektif dan sustainable, dan ekosistem wakaf digital di tengah pandemi COVID-19. H. Arifin Agule membawakan materi terkati perkembangan wakaf di Gorontalo dan program memasyarakatkan wakaf di Gorontalo yang berdampak pada peningkatan penerimaan wakaf di Gorontalo.

Program Bl-BERHATl merupakan rangkaian kegiatan sosial yang bersinergi dengan Program BI Religi Islam untuk dapat mewujudkan momentum penguatan pengelolaan dana sosial (zakat, infaq, shadaqah dan wakaf) pegawai muslim, termasuk dengan mengedepankan digitalisasi 51stem pembayaran meIaiui QRIS. BI-BERHATI terdiri dan program QRIS Ramadan, Investasi Akhirat, Masjid Bersih, GerBiwQu (Genkan BI Wakaf Al-Quran), serta Kuniungan Virtual Pesantren. Kunjungan Virtual Pesantren merupakan terobosan baru yang kami jadikan strategi scale up untuk program Bl-BERHATl, Adapun fokus penyaluran bantuan sosial daiam program Bl-BERHATl adalah pada daerah terdampak bencana serta sektor kesehatan. Sharia Forum dimoderatori oleh Zee Zee Shahab public figure nasional.

Dalam Sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo mengatakan, Wakaf memiliki peran yang sangat penting dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. 

"Kami percaya bahwa peran Badan Wakaf Indonesia ke depan akan semakin signifikan untuk mengembangan sektor wakaf menuju kesejahteraan ummat," ungkapnya.

Wakaf kata dia diharapkan mampu berkontribusi mendorong kemakmuran siosial ekonomi bangsa saat disalurkan ke proyek-proyek yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat. Oleh karena itu, model ekonomi keuangan sosial syariah berbasis wakaf perlu untuk semakin dikembangkan baik dalam kemampuan pengembangan produk keuangan wakaf seperti wakaf tunai maupun sukuk, yang salah satunya diimplementasikan melakui pengembangan wakaf linked sukuk, yang merupakan bentuk sinergi Pemerintah, BWI dan Bank Indonesia. 

"Sejalan dengan itu, pemafaatan teknologi digital dalam pengelolaan wakaf juga sangat penting untuk dapat dikembangkan. Digitalisasi wakaf baik untuk mobiisasi dana seperti wakaf tunai maupun sukuk, maupun pengeolaan aset wakaf produktif perlu didorong untukmewujudkan pengelolaan wakaf yang lebih efektif efisien dan transparan.”Tutupnya.