Benarkah Oknum Kades di Pohuwato Mengatasnamakan Kelompok Petani Agar Menerima Bantuan ?

Benarkah Oknum Kades di Pohuwato Mengatasnamakan Kelompok Petani Agar Menerima Bantuan ?

GOSULUT.ID - POHUWATO

Ketua kelompok petani "Suka Maju" Sunaryo merasa dirugikan, karena diduga kelompoknya digunakan sebagai penerima bantuan / aspirasi Hand Traktor tanpa sepengetahuanya, Rabu (12/01/2022).

Pemberian bantuan alsintan kepada petani memiliki tujuan untuk memudahkan kinerja para petani di lapangan dan membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Namun berbeda dengan nasib salah satu kelompok petani Desa Manunggal Karya, Kecamatan Randangan yang diduga adanya keterlibatan Oknum Kepala Desa (Kades) menggunakan nama kelompok petani untuk menerima bantuan / asprasi alat pertanian (Hand Traktor) tanpa sepengetahuan Ketua kelompok petani tersebut.

Sunaryo selaku Ketua kelompok petani Suka Maju mengungkapkan, bahwa dirinya tidak mengetahui dan merasa keberatan karena kelompoknya digunakan oleh pihak lain tanpa sepengetahuan dan seizinya.

"Jelas saya baru tahu, bahkan tiba tiba ada tim pemeriksa bantuan Quik kepada kelompok saya, pada saat itu saya kaget dan bertanya kepada tim pemeriksa, bantuan apa yang mau di periksa, ternyata bantuan yang mau di periksa yakni bantuan Hand Traktor atau Quik, dan di perlihatkanlah ke saya foto saat penerimaan bantuan itu. Namun di foto tersebut terlihat ada anggota saya dan Kades Manunggal Karya,” ungkap Ketua kelompok petani Suka Maju Sunaryo.

Ironisnya ketua kelompok hingga saat ini belum melihat Hand Traktor tersebut.

"Dari di salurkan pada bulan Agustus 2021 hingga saat ini saya belum mengetahui dan memanfaatkan alat tersebut,” jelasnya.

Waktu dimintai tanggapannya, Kepala Desa (Kades) Manunggal Karya, Amir Mahmud, S.Pdi, mengakui adanya bantuan tersebut dan membantah bila ketua kelompok tidak mengetahuinya.

"Saya sudah kasih tau sama ketua kelompok sebenarnya, tapi kenapa katanya tidak diketahui. Lagi pula Ini juga bukan bantuan dari pemerintah, tetapi dari aspirasi RG. Sudah kalau masalah kelompok nanti saya yang bicarakan dengan mereka,” ucap Amir Mahmud, S.Pdi.***